Alamat Kontraktor IPAL Tak Kunjung Ditemukan, TAPAK Riau Layangkan Somasi Terbuka

Pekanbaru (Nadariau.com) – Lantaran tak kunjung ditemukan setelah 3 hari dicari alamat Kantor Kontraktor IPAL di Pekanbaru, Tim Kuasa Hukum yang tergabung dalam Tim Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau, gagal menyampaikan surat somasi kepada PT. Hutama Karya dan PT. Wijaya Karya terkait dengan pengerjaan proyek IPAL yang menyebabkan rusaknya jalan-jalan di Kota Pekanbaru.

Mirwansyah, Juru Bicara TAPAK Riau, kepada wartawan mengatakan, penyebab gagalnya pengiriman surat somasi tersebut lantaran alamat kantor PT. Hutama Karya dan PT. Wijaya Karya sebagai pelaksana proyek hingga saat ini, Sabtu (24/09/2022) sulit ditemukan.

“Kami sudah coba mencarinya pakai goggle map, mencarinya di Web dan mencari berdasarkan informasi yang kami dapatkan akan tetapi di semua tempat yang ditunjukkan tersebut tidak ditemukan kantor PT. Hutama Karya dan Wijaya Karya, terakhir kami mencari keberadaan kantor PT. Hutama Karya tersebut di Jalan Darma bakti Singgunggung, akan tetapi dilokasi tersebut kami tidak menemukan orang atau aktifitas apapun. Kalau somasi kepada Menteri PUPR, Walikota Pekanbaru dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Riau (BPPW Riau) telah kami layangkan beberapa hari yang lalu,” kata Mirwansyah, kepada wartawan Sabtu (24/09/2022)

Mirwansyah menjelaskan, TAPAK Riau, menerima kuasa dari beberapa ormas yang ada di Pekanbaru diantaranya Forum Pekanbaru Kota Bertuah (FPKB), Pemuda Milenial Pekanbaru, Lira Pekanbaru, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Riau (AMPR Riau), Barisan Anak Melayu (BAM), dan dari perorangan masyarakat Pekanbaru, kuasa tersebut diberikan untuk menuntut kontraktor proyek IPAL bertanggungjawab terhadap kerusakan jalan dan dampak sosial yang ditimbulkan.

Di dalam somasinya TAPAK Riau, menuntut agar kontraktor pelaksana proyek IPAL tersebut segera melakukan perbaikan terhadap jalan yang masih rusak pada titik IPAL yang sudah selesai dikerjakan, segera menyelesaikan IPAL yang sedang dikerjakan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan mendata serta memberikan kompensasi yang layak kepada para pedagang dan pengusaha yang terdampak akibat proyek tersebut.

Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, maka TAPAK Riau, akan menempuh proses hukum dengan mengajukan gugatan perdata dan melaporkan pihak kontraktor ke Polda Riau atas dugaan pelanggaran terhadap pasal 63 Undang–undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan Jo Undang–undang nomor 2 tahun 2022 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan.

“Karena alamat kantor PT. Hutama Karya dan Wijaya Karya sulit ditemukan maka kami menyatakan pemberitaan ini sekaligus sebagai somasi terbuka bagi kedua kontraktor tersebut, jika sampai hari Selasa minggu depan somasi ini tidak ditanggapi maka kami akan menempuh proses hukum,” kata Mirwansyah.(rls/sony)

 77 total views