Pekanbaru (Nadariau.com) – Mahasiswa yang tergabung ke Suara Mahasiswa Untuk Rohil (Sumur) mempertanyakan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Rohil Riau terhadap pemberian bantuan rehap kelas, toilet dan mobiler terhadap SMPS Tunas Bangsa, Kabupaten Rohil, Riau, sampai Rp 5.4 miliar pada anggaran tahun 2021/2022.
Anggaran ini dikucurkan sebanyak 4 kali. Pada anggaran tahun 2021. Disdik Rohil mengucurkan dana untuk rehap kelas Rp2.2 miliar, toilet Rp113 juta dan mobiler sebesar Rp 520 juta.
Selanjutnya anggaran tahun 2022 dilanjutkan untuk rehab ruang kelas sebesar Rp2.5 miliar. Sistem pelaksanaannya, yaitu swakelola
“Kami menduga Disdik Rohil telah kongkalikong dalam mengucurkan anggaran tersebut karna di duga ada komitmen  fee yang besar untuk pemberian anggaran APBD Rohil terhadap SMPS Tunas Bangsa. Sementara sekolah ini sudah terakreditasi ‘A’,” kata Ketua Sumur, Sabtu (25/6/2022).
Menurut Okta, masih banyak sekolah negeri di Rohil ini yang kondisinya memprihatinkan. Sementara sekolah negeri banyak mendapat kecil dari anggaran APBD Rohil. Jadi kenapa sekolah swasta justru mendapat jor joran dari pemerintah
Kalaupun alasannya disdik Rohil sekolah tersebut juga mendidik putra putri Rohil, sehingga Disdik Rohil berkepentingan mendukung peningkatan sarana dan prasarana sekolah? ini dinamakan tidak adil. Padahal masih banyak sekolah swasta lainnya dalam kondisi memprihatinkan juga
“Kami menduga, bantuan ini dalam bentuk permainan anggaran antara Disdik Rohil dengan pihak sekolah. Sebab masih banyak sekolah lain yang perlu bantuan anggaran APBD yaitu sekolah negeri maupun sekolah swasta yang kondisi status akreditasi di bawah smps tunas bangsa ” tegas Okta.
” Untuk itu, kita mempertanyakan sikap Disdik Rohil apa sebenarnya yang menjadi alasan sehingga sekolah swasta yang berakreditasi A justru mendapat suntikan APBD cukup besar,jika Disdik tidak transparan kami bakal mengelar aksi di Kejati Riau agar mengusut sistim penganggaran di Disdik Rohil karna kami menduga telah terjadi kongkalikong dengan sekolah swasta tersebut apalagi sampai 2 tahun anggaran .
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir, saat dikonfirmasi media ini melalui via WhatsApp ceklis dua dan tidak menjawab.(olo)***


