PELALAWAN (Nadariau) – Sejumlah polisi tampak menghentikan para pengendara yang melintas di jalan Jalan Akasia, tepatnya di depan kantor PLN Pangkalan Kerinci, giat yang dilaksanakan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkalan Kerinci dalam rangka menggesa pencapaian target vaksinasi Covid 19.
Giat non yustisi tersebut sudah dimulai sejak sore hari, sesudah Azhar, Ahad (12/12/2021), jelang magrib istirahat sebentar dan kemudian dilanjutkan kembali sesudahnya. Saat malam menjelang puluhan personil Polsek Pangkalan Kerinci memenuhi jalan yang merupakan akses terpadat di ibukota Kabupaten Pelalawan. setiap pelintas di berhentikan untuk ditanyakan terkait dosis vaksin yang diterima.
Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP MY Lubis mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung sejak sore itu dalam rangka menyukseskan pelaksanaan vaskinasi nasional, dan meningkatkan persentase partisipasi masyarakat dalam vaksinasi Covid 19.
“Kita bukan razia, namun giat non yustisi, yang tujuan nya agar masyarakat dapat diarahkan untuk mengikuti vaksinasi Covid 19,” kata AKP MY Lubis, Ahad (12/12/2021)
Masih dikatakan Lubis, sesuai arahan Kapolres Pelalawan, sampai akhir tahun 2021 ini, angka partisipasi masyarakat dalam vaksinasi Covid 19 harus diatas 70 persen. Tersebab itu, jajaran kepolisian dibawahnya bekerjasama dengan Puskesmas setempat proaktif melakukan kegiatan kegiatan vaksinasi massal di beberap lokasi yang ditentukan.
“Sampai akhir tahun ini, kita kan ditargetkan harus mencapai angka 70 persen, jadi setiap hari harus digesa itu,” imbuhnya
Untuk Ahad ini, Puskesmas Berkilau Pangkalan Kerinci II menyiapkan 800an dosis vaksin untuk disalurkan kepada masyarakat. Baik itu untuk dosis pertama maupun dosis kedua.
Untuk masyarakat yang terjaring saat melintas di jalan Akasia tersebut, dan diarahkan oleh personil kepolisian untuk proses pendaftaran dan cek kesehatan pra vaksinasi, apakah layak divaksin atau tidak tergantung hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas setempat.
“Kita hanya mengarahkan masyarakat saja, sedangkan untuk vaksinasi tergantung harus pemeriksaan nakes,” kata MY Lubis
Menurut Perwira balok tiga ini, vaksinasi sangat penting untuk memberikan kekebalan tubuh agar bisa menangkal virus Covid 19 yang masuk, dan menciptakan kekebalan kelompok (herd Immunity) sehingga upaya memutus rantai penyebaran Covid 19 akan terwujud.
“Tujuan kita memutus rantai penyebaran Covid 19, salah satunya ya dengan ikut vaksin, tuntaskan kedua dosisnya, dan insya Allah kita sehat,” katanya lagi
Walau sudah di vaksin, AKP Lubis masih mewanti warga agar tidak abai protokol kesehatan, tetapa memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi aktifitas di luar rumah.
“tetap disiplin protokol kesehatan, itu juga bagian dari upaya melawan Covid 19, upaya memutus rantai penyebarannya,” tegasnya
Yang berurusan dengan nakes, jarum dan dosis vaksin saat itu bukan orang yang bernasib apes saat melintas depan kantor pelayanan PLN Cabang Pangkalan Kerinci saja, ada juga yang sengaja datang untuk mendapatkan vaksin dosis pertamanya .
Faiza Maharani (18) salah satunya, tamatan SMAN bernas ini mengaku datang dengan sendirinya, kabar tersiar lewat aplikasi pertemanan, ada kawan yang menginformasikan bahwa polisi tengah melakukan razia vaksin. Informasi dimanfaatkannya untuk mendatangi langsung para petugas kesehatan dengan keramahan nya melayani warga yang datang.
“Sengaja datang kesini, dari rumah memang niatnya mau vaksin. Rencananya sih besok mau ke Polres Pelalawan, kan disana ada vaksinasi massal, tapi disana jarak dari rumah juga lumayan jauh, disamping besok entah apa pula kesibukan yang perlu dilakukan. Mumpung ada di dekat rumah, ya sekalian saja datang kesini,” kata Faiza
Faiza mendapatkan vaksin pertamanya itu setelah nakes menyatakan ia bisa di vaksin karena tubuhnya sangat siap menerima cairan Astra Seneca tersebut. Proses penyuntikan vaksin berjala dengan lancar.
Usai divaksin ia tak langsung pulang, sengaja ia menyempat diri untuk rehat sejenak, agar ia merasakan apa yang terjadi dengan tubuhnya pasca asuk imun pelawan Covid tadi. 15 menit berlalu tanpa gejala apa apa. Hati Faiza senang, perasaan takut yang dibayangkan selama ini tidak ia rasakan sama sekali. Ia pulang dengan perasaan lega. Tetap memakai masker menutup mulut dan hidungnya.
“Biasa saja setelah di vaksin, tadi sempat istirahat 15 menit, merasakan tubuh kalau kalau terjadi apa apa, kan masih disini, ada dokter yang jaga. Tapi saya sehat sehat saja, insya Allah akan ikut dosis kedua awal maret nanti,” katanya
“Tadi pesan pak polisi, kalau sudah di vaksin tetap prokes, jadi saya tetap pakai masker,” tandasnya
Faiza tak datang sendiri, ia datang bersama kakaknya perempuannya, Desty Mirandha (32) dengan niat yang sama, kekwatiran sang kakak, takut tubuhnya merespon negatif vaksin yang masuk, ia memang sering mengalami batuk film akhir akhir ini, namun setelah pemeriksaan kesehatan, ia dinyatakan bisa vaksin. Tensinya normal, begitu juga tubuhnya sehat, tanpa gejala penyakit yang menghalangi vaksin.
“Dulunya cemas kalau mau vaksin, karena sering plu dan filek, tadi kata dokter nya bisa kok, ya langsung saja ikut vaksin,” kata Desty
Sang kakak juga peserta vaksin penerima dosis pertama, keduanya diarahkan untuk kembali melakukan vaksin kedua di Puskesmas Berkilau Pangkalan Kerinci pada 3 Maret 2022 nanti. Tersebab tak masalah di vaksin pertama, mereka tak sabar menanti yang keduanya.
“Pengin nuntaskan dosis kedua vaksinnya,” tukasnya
Lain pula dengan Saputra, warga Kelurahan Pangkalan kerinci Timur itu dihentikan polisi saat melintas ketika pulang kantoran, ia tak mengelak ketika petugas mengarahkannya ke meja pendaftaran vaksin, karena ia juga sudah berniat juga untuk melakukkannya. Masalah waktu saja,sejatinya, ia telah merencanakan Selasa lusa mendatangi Puskesmas Berseri Pangkalan kerinci untuk vaksin. Namun rencananya rupanya dipercepat, ia senang senang saja. Tak ada yang perlu dirisaukan dengan vaksinasi Covid 19.
“Tadi pulang kantor lewat sini. ada polisi ramai, ya berhenti. Di arahkan ke meja pendaftaran, ya tidak apa apa. Kan saya juga niatnya mau divaksin juga, rencananya lusa depan. Tapi lebih cepat lebih baik, biar sehat,” aku Saputra
Bagi Saputra, sedari dulu ia tidak pernah takut untuk vaksin, tapi setiap kali rasa hati ingin divaksin selalu ada saja kesibukan yang menghalangi, kadang tak ada kesibukan, kondisi tubuh tidak pula dalam keadaan fit, tensi tinggi membatalkan niatnya untuk di vaksin di waktu lalu.
Karena sering kali tak terwujud keinginannya untuk divaksin, kesempatan tubuhnya menerima Astra zeneca pertama ia sambut gembira. Bahkan ia sempat menelpon istri tercinta berbagi kabar ia sedikit telat pulang malam ini, ia harus antri menunggu giliran vaksin.
“Sebenar sudah janji sama istri untuk vaksin bareng, tapi karena keduluan malam ini, lusanya nanti hanya ngantar istri saja, kan sudah bisa menenangkan istri, atas pengalaman vaksin malam ini,” katanya tersenyum
Ada lagi Haryono, peserta vaksin tak sengaja itu, awalnya di paksa polisi untuk memeriksa kesehatan pada nakes yang berjaga. Tak bisa mengelak ia menurut saja, walau ada keraguan usianya sudah 65 akan menimbulkan gejala lain dengan tubuh nya sebagai efek dari vaksin.
Kondisi tubuhnya sehat, setelah diberi tahu dari oleh nakes jaga bahwa ia bisa di vaksin, dan motivasi dari personil kepolisian yang mengatakan bahwa vaksin akan membuatnya tambah sehat dimasa pandemi ini. Ia mantap menyerahkan lengan kirinya untuk di tujuk jarum suntik dan diinjeksi vaksin.
“Sudah vaksin, saya mau pulang, insya Allah sehat,” katanya
Haryono pun mengaku akan membagikan pengalaman nya itu kepada anak cucu dan kerabat lain, untuk memanfaatkan pelayanan vaksinasi gratis yang disediakan pemerintah. Apalagi vaksinasi bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan Covid 19.
“Dua tahun kita ketakutan karena Covid 19, sekarang ada cara melawannya, dengan vaksin, maka harus kita manfaatkan,”akunya
“Kalau protokol kesehatan. saya selalu pakai masker, wajib itu. Pokoknya 5M harus patuh kita,” pungkansya (Apon)


