China-Taiwan Makin Tegang, Utusan Bejing dan Washington Bertemu di Swis

Ilustrasi

Jakarta (Nadariau.com) – China dan Amerika Serikat akan membangun kembali saluran komunikasi dan menerapkan konsensus yang dicapai antara Presiden Xi Jinping dan Joe Biden. Untuk tujuan itu, dua diplomat top kedua negara melakukan pertemuan untuk membahas hal-hal terkait.

Pertemuan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dengan Direktur Kantor Komisi Pusat Urusan Luar Negeri China Yang Jiechi akan dilakukan di Swiss pada Rabu (6/10) waktu setempat.

Begitu disampaikan sumber yang mengetahui pertemuan keduanya, seperti dimuat South China Morning Post, Selasa (5/10) kemarin.

Pertemuan kedua utusan datang di saat meningkatnya ketegangan yang melibatkan kedua negara, termasuk masalah Taiwan.

“Mereka bertujuan untuk membangun kembali saluran komunikasi dan menerapkan konsensus yang dicapai antara presiden Xi Jinping dan Joe Biden,” tulis SCMP mengutip seorang pejabat yang mengetahui rencana tersebut.

Belum ada komentar resmi dari Gedung Putih maupun kementerian luar negeri China mengenai pertemuan tersebut.

Ketegangan antara China dan Amerika Serikat semakin memburuk beberapa hari belakangan, terutama yang terkait dengan masalah Taiwan.

Beijing marah dengan meningkatnya dukungan AS untuk Taiwan, percaya bahwa Amerika Serikat berkolusi dengan pasukan di sana mencari kemerdekaan formal pulau itu.

“Komitmen kami untuk Taiwan sangat kokoh dan berkontribusi pada pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan di kawasan itu,” kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan, Senin.

“Kami telah menjelaskan secara pribadi dan publik tentang keprihatinan kami tentang tekanan dan paksaan RRT (Republik Rakyat China) terhadap Taiwan, dan kami akan terus mengawasi situasi dengan cermat,” katanya. (*)