Beredar Isu Putusnya Jaringan Internet Selama Enam Hari Adalah Hoak

Pekanbaru (Nadariau.com) – Putusnya jaringan kabel bawah laut yang membuat layanan internet dan tv kabel milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terganggu. Saat ini, kabel tersebut sudah tersambung kembali, namun tetap beredar narasi yang menyebutkan gangguan akan berlangsung lama.

Sebuah unggahan video menarasikan proses perbaikan kabel bawah laut akan berlangsung lama, di mana pekerjaan tersebut disebutkan akan menyebabkan fasilitas internet terputus selama enam hari berturut-turut, yakni pada 24-30 September 2021.

“Tanggal 24-30 September jaringan internet akan mati total di seluruh Indonesia dikarenakan adanya perbaikan kabel internet di bawah laut,” tulis narasi tersebut, seperti dikutip dari IDXChanne.com, Kamis (23/9/2021).

Menanggapi beredarnya informasi tersebut, SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menegaskan bahwa hal itu adalah informasi hoaks.

“Sehubungan dengan beredarnya video terkait penyambungan kabel bawah laut di platform Tiktok yang diduga milik Telkom serta pemberitaan mengenai gangguan internet yang akan mati selama enam hari, dapat kami sampaikan bahwa berita dan video tersebut adalah hoaks,” kata Ahmad Reza melalui pernyataan tertulisnya kepada MNC Portal, Selasa (21/9/2021).

Mewakili manajemen, Ahmad menjelaskan saat ini Telkom sedang berusaha mempercepat perbaikan layanan fixed dan mobile broadbandnya. Sejumlah layanan dikabarkan telah mulai membaik di beberapa wilayah sejalan dengan adanya penambahan kapasitas jaringan.

“Dengan diketahuinya titik gangguan di sekitar 1,5 km lepas pantai Batam pada kedalaman 20 meter bawah permukaan laut, kami segera mempersiapkan upaya perbaikan agar secepatnya infrastruktur tersebut dapat segera berfungsi normal dan digunakan pelanggan seperti sedia kala,” lanjut Ahmad.

Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai informasi hoaks yang sedang beredar.

“Mengingat adanya peraturan perundang-undangan terkait penyebaran informasi, sehingga kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mempercayai dan menyebarluaskan informasi hoaks yang berpotensi merugikan banyak pihak dan dapat berdampak proses hukum,” tandasnya. (nrc)