Kepulauan Meranti Jadi Central Kakap Putih di Indonesia

Meranti (Nadariau.com) – Kepala Dinas Prikanan Eldy menyampaikan dengan adanya Program Kakap Putih Meranti akan terus berjalan Artinya dari pembeli daya dan kelompok budaya juga ikut berkembang dari 16 menjadi 30 kelompok.

Selain itu, upaya Dinas Perikanan Kepulauan Meranti Riau terus meningkatkan kwalitas dan kuantitas budidaya ikan kakap putih di wilayahnya.

Hal tersebut, setelah ditunjuk Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Provinsi Riau sebagai kawasan pengembangan budidaya kakap putih nasional, Kabupaten Kepulauan Meranti gemjot terus peningkatkan target produksi hingga 70 ton per tahun.

“Dengan adanya, perkembangan kelompok budidaya tentunya juga sarana dan prasana menjadi 100 ton dan sudah ada 30 kelompok, ada 1250 orang yang membudidayakan, dan mudah mudaha akan bertambah lagi kedepanya,” kata Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Meranti Eldy Syahputra SPI Msi di dampingi Sektaris Prikanan Abdullah Kepada Media ini Senin (13/9/2021) ketika di jumpai.

Menurut Eldy, dalam mencapai Prasarana yang baik, juga benih ikan berkualitas untuk kelompok-kelompok binaan kita, sarana prasarana kita akan di bantu oleh provinsi Riau juga Pusat sebab, anggaran APBD Meranti terbatas.

Saat ini Kepulauan Meranti sudah menjadi sebagai Cenral kakap putih di Indonesia, sebab adanya bertambahannya kelompok budidaya kakap putih di daerah.

Karena pertumbuhan kelompok juga sinignipikan sudah mulai kegiatan budidaya kita saat ini, bukan hanya itu kita juga ada tambak ikan dan udang sebagai salah menunjang budidaya daerah kita,” jelas Eldy.

Kendati demikian, untuk Kerjasama dari Kementrian sudah tahu bahwa kita tetap membudidayakan kakap putih, dan kita sudah di bantu oleh Provinsi Riau dan juga dana APBD Kepulauan Meranti selama 3 tahun kedepan.

Bukan hanya itu, Kepulauan Meranti juga Budi daya ikan tawar selain Budi daya ikan Laut serta budidaya ikan lainya.

Seperti ada juga ikan Nila dan ikan lele dan sudah mulai berkembang budidaya tambak udang dan tambak ikan yang masih berjalan

“Bersyukurlah lahan yang kita punya untuk budidaya ikan sanggat mendukung, apalagi udang paname kita sudah ada juga masyarakat sanggat menyambut baik budidaya kita,” ungkap Eldy.

Ia berhap, tentunya kegiatan kegiatan usaha budidaya pondok penopang utama pendapata utama oleh masyarakat kegiatan prikanan tidak terdampak dan benar – benar berkembang.

“Prioritas kedepanya budidaya laut, dan masyarakat tidak pening lagi dalam memuhi kebutuhan ikan dan ini sanggat berdampak kualitas budidaya manusia yang baik di daerah kita,” harapnya.

Selanjutnya, dalam Sektor prikanan sanggat menopang utama lapangan perkerjaan dan pendapatan oleh masyarakat. Karena sektor prikanan tidak terdampak pandemi covid 19.

Usaha ini benar – benar budidaya yang benar benar berkembang dalam melakukan kehidupan masyarakat sehari – hari.

“Saat ini, dalam bentuk kolam ikan dan kerambah ikan yang ada saat ini, yang di buat masyarakat berkembang, juga tingkat kosumsi ikan cukup tinggi itu kami harapkan,” pinta Eldy.

Menurut, Eldy, dengan respon positif dari para budidaya ikan di Kepulauan Meranti, makin bisa diyakini bisa berpenghasilan lebih, juga bisa kelompok tersebut membuka lowongan kerja. Agar kakap putih dan ikan bawal bintang lebih di kenal.

Bahkan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Eldy Saputra di Selatpanjang, senin, mengatakan produksi kakap putih itu berasal bibit bantuan dari Kementerian dan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam sebanyak 180 ribu benih.

Setelah dibantu bibit dan pendampingan teknis oleh Dinas Perikanan, ada peningkatan produksi dari kelompok budidaya tersebut.

Hasil monitoring pihaknya ke lapangan, bibit yang dibudidaya dengan bantuan pendamping ternyata mencapai sesuai harapan.

“Sekarang ini dengan sarana yang ada yaitu sebanyak 330 unit kantong jaring yang mampu memproduksi bersih dari 60 hingga 70 ton per tahun,” ujar Eldy.

Bahkan, dikatakan Eldy, malah sebagian sudah ada yang dipasarkan oleh kelompok pembudidaya dengan standar ukuran untuk konsumsi minimal seberat 7 ons dan berusia 6-7 bulan.

Sasarannya ke pasar lokal dan regional seperti Selatpanjang, Pekanbaru, Bengkalis, Dumai, dan Batam.

Soal pemasaran sudah tidak ada kendala lagi. Pasar sangat merespon sekali dengan produksi kakap putih dari Meranti ini.

“Namun penjualannya tidak sekaligus, tetapi dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Dengan bagusnya respon pasar, Dinas Perikanan akan menambah sarana dan prasarana keramba jaring apung (KJA) supaya produksi semakin meningkat.

Target ke depan, orientasi pasar bukan hanya lokal saja, tapi langsung ekspor hingga ke pasar internasional.

Bengkalis dan Pekanbaru juga rutin melakukan permintaan kakap putih ini. Supplier (pemasok) disini sudah secara rutin mengirimnya.

“Apabila nanti permintaan lebih besar, sarana budidaya bertambah, kita sanggup memenuhi permintaan dari luar itu,” bebernya.

Dia mengakui kemungkinan besar tahun ini (2021) akan dibantu lagi bibit ikan kakap putih kepada 11 kelompok lainnya dengan total sebanyak lebih kurang 380 ribu benih.

Tak hanya itu, ke depan juga pihaknya ingin menambah sarana budidaya sebanyak 1750 unit kantong dengan target produksi hingga 200 ton per tahun.

“Apabila ini terwujud otomatis akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Kepulauan Meranti,” kata Eldy lagi menambahkan.

Ia berharap, Silahkan buat kelompok yang baru, namun harus mempunyai gumbang. Agar bisa nantiknya kita usulkan, sesuai sasaran dan syarat -syarat lengkap lewat Dinas Perikanan Kepulauan Meranti.

Sebab, kempok yang baru tersebut, sesuai ketentuan yang ada.agar nantiknya distribusikan harus di perbanyak jumlah pebudidaya ikan kakap putih.

Ia menambahkan, ada 50 kantong yang harus kita siapkan yakni kelompok baru, terkait bantuan tersebut.

Apabila di eseskusikan targetnya yakni 12 ton per tahun, agar sejalan nantiknya kegiatan perikanan yang ada di sana.

Sehingga Kepulauan Meranti sebagai kampung kakap putih, Nasional dan kebijakan kakap putih hanya di Kepulauan Meranti, Kakap putih pengeloaan ikan terbaik.

“Sejalan kegiatan lain di perikanan mengangkat lapangan perkerjaan baru, untuk kesejakterana bagi pebudidaya ikan,” jelas Eldy. (Bom)