Bupati Kumpulkan Penghulu Bahas Program Pemberdayaan Masyarakat

SIAK (nadariau) – Bupati Siak Alfedri menggelar rapat perencanaan APBKam tahun 2022 untuk pemberdayaan masyarakat, bersama lurah dan penghulu kampung yang ada di Kecamatan Mempura dan Siak, Rabu (8/9/2021).

Selain penghulu, juga tampak Wakil Bupati Siak Husni Merza, Asisten I Sekdakab Siak Budiono, Kepala Dinas Peternakan drh Susilawati, Camat Siak Tengku Indra, Camat Mempura Desi, dan perwakilan Bapekam dari setiap kampung.

Alfedri mengatakan, selama ini pemberdayaan terkesan lamban, untuk itu dia ingin segera ada percepatan, sehingga kesejahteraan dan kemandirian kampung bisa tercapai lebih cepat.

Dia menerangkan, menurut Presiden RI Jokoer Widodo, saat ini APBKam 40 persennya digunakan untuk pembangunan, sementara 60 persennya lagi untuk pemberdayaan masyarakat.

Untuk itu, dia meminta ke setiap kampung agar segera melakukan perencanaan pemberdayaan di wilayahnya untuk 2022 nanti.

“Kita berharap bisa segera merealisasikan rencana pemberdayaan ini, sehingga bisa membantu masyarakat kita yang miskin dan yang hampir miskin. Saat ini yang miskin saja ada sekitar 10 ribu KK,” ujar Alfedri.

Kata dia, UMKM merupakan solusi yang tepat untuk memberdayakan Masyarakat, dengan hasil produksi yang bermutu dan pemasaran yang bagus, akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama yang terlibat dalam pengelolaan UMKM itu.

“Tentunya tidak sekedar jalan, tapi harus ada perkembangan,” katanya lagi.

Peningkatan nilai UMKM bisa dengan banyak cara, selain ide kreatif, Sumberdaya manusia yang baik, kemauan untuk mau mengelola juga hal yang tidak kalah penting.

“Kalau bisa ada 1 program unggulan yang bisa di hadirkan oleh Kampung,” ucapnya

Ini dimaksudkan supaya UMKM kampung bisa fokus dengan produk yang dihasilkan, kata Mantan Camat Tualang ini, produk UMKM bisa berbagai macam, mulai dari bahan pangan, Sandang, maupun Pertanian.

Tidak hanya menghasilkan, dia juga berencana untuk mengaitkan antara prodak dari satu kampung ke kampung lainnya.

“Misalnya gini, ada kampung yang membudidayakan Ikan Gabus, kampung lainnya bisa mengolah ikan Gabus jadi salai, nah ini jika berjalan akan memberi hasil yang baik,” terang Alfedri.

Alfedri juga berencana untuk menyinkronkan antara program pemberdayaan kampung dengan Baznas di 2022 nanti.

“Bisa saja seperti ini, Kandang, Pakan dan mesin pencacah ruput dari Dana Kampung, sementara Sapinya Dari Baznas, sasarannya keluarga miskin, sesuai program Baznas. Inikan bisa membantu warga yang miskin untuk memperolah kesempatan memperbaiki ekonominya,” kata Alfedri.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Siak Husni juga menekankan, dana yang cukup besar jika difokuskan dan dikelola dengan baik untuk pemberdayaan, akan mensejahterakan masyarakat sekitar.

“Saya melihat, data di 2020 lalu, ada ratusan juta uang yang mengendap di kas, malah ada yang sampai 265 juta, kalau dipakai buat mendanai UMKM atau Kelompok Kreatif, ini hasilnya bisa mendatangkan laba yang bagus,” kata Husni.

Misalnya saja anak muda yang ingin menjadi petani milenial, atau anak muda kreatif yang bisa menghasilkan produk yang bermutu, jika dibina dan didanai, Husni optimis akan lebih memberi manfaat langsung, ketimbang hanya diendapkan. (infotorial)