Bupati Berharap Pengelolaan PI 10 Persen Blok Rokan Dipegang BSP

Logo PT. Bumi Siak Pusako

SIAK (nadariau.com) – Proses alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan di Provinsi Riau dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan dimulai pada 9 Agustus 2021. Nantinya PHR mengelola wilayah kerja dengan luasan sekitar 6,453 km2 dengan 10 lapangan utama termasuk di Minas, Kabupaten Siak.

Terkait dengan pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen, Bupati Siak Alfedri berharap BUMD pengelolanya adalah PT Bumi Siak Pusako (BSP).

“Kalau memang bisa pengelolaan PI di blok Rokan ini diberikan kesempatan kepada BUMD kita yang bergerak dibidang Migas yaitu BSP. Barangkali kalau bisa bisnis to bisnis (B2B)nya juga. Kita juga sudah menyurati pihak PHR beberapa waktu lalu,” cakap Alfedri ditemui di kediaman dinas Bupati Siak, Ahad (8/8/2021).

Menurutnya, BSP secara keseluruhan sudah mumpuni untuk mengelola PI tersebut. BSP punya pengalaman dibidang migas selama 20 tahun terlebih lagi mulai tahun 2022 mendatang BSP akan 100 persen mengelola Blok CPP (Coastal Plains and Pekanbaru).

“Dan juga soal SDM di BSP 85 persen adalah putra Riau yang kompeten. Tentunya itu sudah bisa berkiprah dalam mengelola minyak dan mungkin bisa mengelola dalam pola bisnis to bisnis (B2B), kalau kesempatan itu diberikan BSP siap,” katanya.

Bupati Siak itu juga mendukung penuh alih kelola WK Rokan kepada PHR. Dengan demikian diharapkan akan meningkatkan devisa bagi Pemkab Siak di masa yang akan datang.

“Sebelumnya terima kasih untuk PT CPI yang selama ini mengelola Blok Rokan selama 70 tahun sejak 1952-2021 dan pernah menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia sampai sekarang menghasilkan 170 ribu barel per hari, tentu banyak hal yang sudah disumbangkan oleh CPI. Dan kami ucapkan selamat kepada PT PHR yang akan melanjutkan pengelolaan migas di Blok Rokan ini,” sebutnya.

Alfedri berharap, ke depan PHR mampu meningkatkan produksi minyak di Blok Rokan khususnya di Kabupaten Siak. Kemudian dalam hal kerja samanya PHR bisa memberikan kesempatan lapangan kerja bagi anak daerah sesuai dengan skillnya.

“Terakhir kita tahu bahwa dengan isu alih kelola ini, Chevron sempat mengurangi aktifitas sehingga ada yang dirumahkan. Semoga ke depan ini bisa diakomodir kembali,” tutupnya. (infotorial)