Perselisihan Rusia dengan WhatsApp Facebook Semakin Meruncing Akibat Alokalisasi Data

Pekanbaru (Nadariau.com) – Karena gagal melokalisasi data pengguna di wilayah Rusia, mengakibatkan perselisihan antara Rusia dengan WhatsApp Facebook kian meruncing setelah Rusia melayangkan protes mereka ke perusahaan teknologi itu.

Atas hal itu, menurut pengadilan WhatsApp dapat didenda antara 1 juta dan 6 juta rubel (13.700 hingga 82.250 dolar AS), sebagaimana dilaporkan Interfax, mengutip dokumen pengadilan.

Mengutip Antaranews, protes administratif itu diluncurkan Rusia pada Jumat, 30 Juli 2021. Facebook masih belum berkomentar terkait hal tersebut.

Pada Kamis, 29 Juli 2021, pengadilan Rusia mendenda Google Alphabet Inc. sebesar 3 juta rubel karena melanggar undang-undang data pribadi dan mendaftarkan proses administrasi terhadap Facebook dan Twitter untuk pelanggaran yang sama.

Hukuman itu datang di tengah kebuntuan yang lebih luas antara Rusia dan Google, dengan Moskow secara rutin mendenda raksasa media sosial karena gagal menghapus konten yang dilarang dan berusaha memaksa perusahaan teknologi asing untuk membuka kantor di Rusia.

Regulator komunikasi negara, Roskomnadzor mengatakan bulan lalu bahwa Google, anak perusahaan Alphabet Inc., dapat didenda hingga 6 juta rubel karena tidak menyimpan data pribadi pengguna Rusia dalam basis data di wilayah Rusia.

Rusia sebelumnya telah mendenda Google karena tidak menghapus konten yang dilarang. Google juga membuat kesal pihak berwenang Rusia dengan memblokir beberapa akun YouTube yang dimiliki oleh tokoh dan media pro-Kremlin.

Kasus-kasus tersebut adalah bagian dari perselisihan yang lebih luas antara Rusia dan perusahaan-perusahaan teknologi besar, dengan Moskow secara rutin mendenda raksasa media sosial karena gagal menghapus konten yang dilarang dan berusaha memaksa perusahaan teknologi asing untuk membuka kantor di Rusia. (bpc/dan)