Gubri Minta Anak Riau Harus Sekolah Meski di Swasta Karena Kuota Negeri Terbatas

Pekanbaru (Nadariau.com) – Gubernur Riau Syamsuar meminta kepada masyarakat Riau untuk bisa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta, jika mereka tidak tertampung di sekolah negeri. Hal ini mengingat, keterbatasan jumlah sekolah negeri dengan minat siswa masuk ke sekolah negeri sangat tinggi. Meski demikian, anak Riau harus tetap sekolah, demi masa depannya.

“Oleh sebab itu, saya anjurkan bagi siswa yang tidak terima di sekolah negeri supaya melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Jangan dipaksakan masuk negeri semuanya, bisa tutup nanti sekolah swasta,” kata Syamsuar saat memantau pelaksanaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA /SMK Negeri secara Online, di ruang operator dan posko pengaduan PPDB di Aula Disdik Riau, Selasa (29/6/2021).

Tingginya peminat sekolah negeri, kata Gubri, terlihat dari antusias masyarakat mendaftar PPDB online melalui laman Google From cukup banyak. Dimana terpantau di Pekanbaru sejak dibukanya pendaftaran pagi sudah 1.000 orang lebih yang mendaftar PPDB online.

“Alhamdulillah hari ini pelaksanaan PPBD online telah berjalan. Kita lihat dari pagi tadi sampai siang ini khusus di Pekanbaru sudah ada 1.000 orang lebih yang mendaftar. Kemudian Siak ada 400 orang lebih, Bengkalis 700 orang lebih, termasuk Dumai juga dan ini masih terus berproses,” ujarnya

Gubri berharap pelaksanaan PPDB online tingkat SMA/SMK negeri di Riau berjalan lancar sesuai yang diharapkan. Dan dalam pelaksanaan PPDB online tingkat SMA/SMK negeri di Riau, Disdik Riau dibantu tim IT Dinas Kominfotik Riau, Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan Politeknik Caltex Riau (PCR).

“Kami harapkan anak-anak kita dapat memanfaatkan kesempatan sekolah negeri, baik di SMA negeri dan SMK negeri yang terbuka secara online untuk seluruh pelosok Riau. Mudah-mudahan pelaksanaannya berjalan lancar dan aman,” harapnya

Sementara Kadisdik Riau Zul Ikram mengatakan mulai dibuka PPDB pukul 08.00 WIB pagi, hingga siang pelaksanana PPDB berjalan lancar. Dan pihaknya telah mengantisipasi jika terjadi gangguan teknis saat pendaftaran PPDB. Hari pertama ini menjadi penentu untuk pelaksanaan hingga hari akhir pendaftaran.

“Sampai siang ini, masih aman aman saja, memang dari beberapa kemungkinan kita sudah siapkan antisipasi-antisipsi baik kemungkinan dari sisi teknis maupun dari sisi non teknis. Memang dalam tiga minggu ini kami kerja keras dalam menyiapkannya. Alhamdulillah lancar biasanya hari pertama ini penentu. Mudah-mudahan ini langkah baik dan hari hari berikutnya,” kata Zul Ikram. (ind)