Wisata Pulau Kosiok Kampar Jadi Tempat Hiburan Keluarga di Hari Libur

Kampar (Nadariau.com) – Wisata Pulau Kosiok adalah tempat menarik untuk dikunjungi bersama keluarga pada hari libur. Karena suasana alamnya masih higenis dan menjadi tempat bermain air bagi anak anak maupun orang dewasa.

Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pekanbaru. Lebih kurang satu setengah jam. Jika sudah sampai di Pasar Air Tiris, yang terletak di jalan lintas Pekanbaru-Bangkinang, ada jalan lebih kurang lebih 50-an meter.

Inilah akses jalan masuknya, melewati jembatan panjang. Dari jalan besar ini, lebih kurang 10 kilo meter melewati perkampungan warga, menuju lokasi.

Pulau Kosiok, terletak di Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar. Untuk yang belum pernah ke lokasi ini, mungkin bisa meminta bantuan dengan berbagai mesin pencari, seperti google map.

Namun bisa juga cukup bertanya dengan warga yang ada di lintasan menuju Pulau Kosiok. Mereka dengan ramah menunjukan kemana arah menuju Pulau Kosiok. Jalannya berbelok-belok dan banyak persimpangan. Jika warga yang ditemui laki-laki tidak terlalu tua, anda bisa memanggilnya Ocu. Istilah Ocu, dalam bahasa Kampar, berarti abang atau juga bisa diartikan sebutan nama keakraban seseorang.

“Daghi siko adolah mungkin 10 kilo masuok kedalam. Toghoilah beko ado jembatan, ado simpang, cubo tanyo lei,” kata pemuda, yang mengaku bernama Ocu Ilan.

Setelah melewati berbagai perkampungan tersebut, sampailah di destinasi Pulau Kosiok. Alamnya masih natural. Masih banyak pepohonan rindang. Hawa sejuk masih dirasakan, terutama yang ke lokasi ini sebelum siang.

Dilokasi ini, anda bisa langsung melihat aliran sungai Kampar. Aliran sungainya tak terlalu deras. Bebatuan kerikil yang menjadi alas di sepanjang sungai yang terbilang dangkal ini sangat jelas terlihat. Di sungai inilah, destinasinya.

Dialiran Sungai Kampar ini, anda dan keluarga bisa memanjakan diri. Berenang atau hanya sekedar menikmati alamnya. Pengelola di destinasi ini, menyediakan pondok-pondok untuk beristirahat. Jumlahnya banyak. Setiap pondok, pengunjung bisa menyewanya hanya sebesar Rp20 ribu.

“Sewa pondok cuma Rp20 ribu, sampai puas. Kalau sampai sore, segitulah bayarnya,” kata salah salah seorang pemilik pondok, bernama Zulheri.

Selain pemilik beberapa pondok, Ocu Eri sapaan akrabnya, juga dikenal sebagai tokoh pemuda yang sering memandu wisatawan lokal yang datang di Pulau Kosiok. Dia juga memiliki usaha kedai, menyediakan kebutuhan makanan saji dan kemasan.

“Bagi pengunjung yang datang dari luar Kampar, bisa memesannya dengan nomor kontak/whatsapp 085215984881 atau 085265523862. Kami siap melayani, fasilitas di sini, termasuk kalau ada yang minta petunjuk arah jalan, kami bantu,” ungkap Ocu Eri.

Saat berbincang-bincang, soal destinasi, Ocu Eri menjelaskan destinasi di Pulau Kosiok, terbilang baru dibandingkan dengan destinasi serupa seperti Sungai Gelombang yang juga berada di aliran sungai yang sama. Destinasi Pulau Kosiok dikenal dari mulut ke mulut.

Destinasi ini mulai lebih dikenal lagi, ketika banyak warga memposting ke media sosial. Pengunjung awalnya hanya warga Kampar, kini justru yang datang kebanyakan dari luar Kampar, terutama Pekanbaru.

“Ada juga Pelalawan. Tapi kebanyakan dari Pekanbaru selain orang Kampar sendiri. Setiap pengunjung datang, kami tanya dari mana, maka kami tahu,” ujar Ocu Eri.

Secara rinci, tidak bisa dipastikan jumlahnya. Namun perkiraanya, dalam seminggu ratusan pengunjung yang datang ke lokasi ini. Sabtu dan Ahad, atau tanggal merah, jumlahnya terlihat lebih ramai dibandingkan hari biasa.

Menurutnya lagi, karena destinasi ini masih terbilang baru, pengelolaan destinasi yang dilakukan bersama oleh warga tempatan masih terus berbenah. Meski dilakukan seadanya, Ocu Eri menjamin keamanan dan kenyamanan selama di Pulau Kosiok.

Pengunjung yang masuk menggunakan mobil hanya dipatok lima ribu rupiah, bukan per kepala. Begitu juga untuk motor, hanya dipungut biaya masuk dua ribu rupiah saja.

Di destinasi ini juga ada berbagai ragam permainan seperti mobil, motor dan sepeda untuk anak-anak. Ada juga disediakan perahu motor bagi pengunjung yang ingin menikmati aliran sungai. Sewanya, cukup merogoh kocek sebesar Rp10 ribu, lengkap dengan sefty baju pelampung dengan dipandu tenaga pengawas lokal yang sudah berpengalaman.

Ada juga permainan lannya seperti kereta gantung, kereta api, perahu naga. Namun permainan ini masih ditutup, karena ada larangan terkait pandemi Covid-19.

Ocu Eri berharap, destinasi Pulau Kosiok ini ke depan akan terus berkembang. Sehingga, berdampak positif terhadap kesejahteraan warga sekitar. (rtc/nto)