Antisipasi Covid-19, Pemko Pekanbaru Keluarkan SE Penutupan Tempat Keramaian

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, keluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 1586/STP/SEKR/V/2021, tentang menginstruksikan semua tempat wisata ditutup selama tujuh hari ke depan.

Melalui SE ini, maka seluruh pelaku usaha pariwisata/rekreasi harus menutup usahanya. Tujuannya yaitu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Kami tidak ingin ambil risiko penambahan kasus Covid-19. Maka terhitung tanggal 17 Mei sampai 23 Mei 2021,, seluruh tempat keramaian ditutup,” kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT, Senin (17/5/2021).

Firdaus MT mengatakan, pada awal rapat Satgas Covid-19 dan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), disepakati penutupan tempat wisata dan mal serta pusat perbelanjaan dilakukan tiga hari, yakni sehari sebelum dan sesudah Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Melihat perkembangan tidak terkendalinya mobilitas masyarakat yang merayakan lebaran, maka diambil kebijakan kembali untuk memperpanjang penutupan tempat wisata.

“Pekanbaru masih zona merah. Maka, perlu upaya bersama memutus mata rantai virus corona pasca libur perayaan Idul Fitri,” katanya.

Firdaus MT mengatakan, kebijakan ini mempertimbangkan data penyebaran Covid-19 yang masih tinggi. Kemudian status Kota Pekanbaru masih di zona merah.

“Kami imbau masyarakat jangan kendor menerapkan protokol kesehatan, ingat Covid-19 itu nyata, mari disiplin terapkan 5 M yakni menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas interaksi,” ujar Firdaus.

Sebagai informasi tambahan dalam SE juga diatur pengelola hotel atau gedung juga tidak dibolehkan menyediakan gedung pertemuan atau acara yang melibatkan massa atau keramaian.

Bagi pelaku yang hendak mengadakan kegiatan keramaian, diminta menunda selama tujuh hari ke depan.

“Kegiatan keramaian dalam gedung/hotel/convertion center yang melaksanakan acara melibatkan massa dan berpotensi keramaian (pertemuan sosial, budaya, politik, seminar, lokakarya, resepsi keluarga dan kesenian) juga ditunda atau ditiadakan hingga tujuh hari ke depan,” Singkatnya. (rtc/ed)