Rusdi Sebut Perumda Tirta Kampar Merugi, Sudah Dua Tahun Tak Setor PAD

Kampar (Nadariau.com)- Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kampar, Rusdi menyebutkan pihaknya kini sedang mengalami kerugian.

Ia mengemukakan, Perumda Tirta selama kurun waktu dua tahun ini tidak menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk daerah Kampar.

Hal tersebut terjadi disebabkan harga pokok produksi lebih tinggi daripada harga jual rata-rata.

“Kita rugi, tapi tidak banyak, ruginya dalam penyusutan aset, kalau operasional masih tercukupi,” ungkapnya kepada Nadariau com, Selasa 6 April 2021.

Ia berencana kedepan akan menaikkan tarif pelanggan, kendati demikian, kenaikan tarif tersebut harganya beragam.

“Kita harus menaikkan tarif pelanggan, tapi kita tetap mengacu terhadap peraturan Permendagri terbaru tentang tarif air minum,” lugasnya.

Rusdi menyampaikan, banyaknya pelanggan yang menunggak sudah hampir mengganggu operasional.

“Kemungkinan dalam sebulan ini akan banyak terjadi pemutusan jaringan air rumah-rumah pelanggan yang menunggak jadi terpaksa kita putuskan, daripada mengganggu operasional kita,” tegas Rusdi.

Saat ini, Perumda Tirta Kampar memiliki sebanyak lebih kurang tiga ribu lima ratus jumlah pelanggan di Bangkinang Kota dan total se Kabupaten Kampar berkisar sembilan ribu tujuh ratus lima puluh.

“Pelanggan diharapkan membayar tepat waktu, sehingga operasional tidak terganggu, supaya apapun kendala pelanggan bisa segera teratasi,” tutupnya (Dika/DW).