Jipikor Soroti Realisasi Anggaran Pejalanan dinas dan Makan Minum di Setda Riau

Pekanbaru (Nadariau.com) – Jaringan Investigasi Pemberantasan Korupsi (Jipikor) menyoroti realisasi anggaran di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau. Hal ini terkait anggaran perjalanan dinas dan makan minum pegawai, disaat masa pandemi Covid-19 ini.

Direktur Eksekutif Jipikor Tri Yusteng Putra meminta pemrov riau untuk bisa menjelaskan secara transparan kepada masyarakat, terhadap penyerapan anggaran perjalanan dinas dan makan minum, yang sejak satu tahun lalu hampir seluruh kegiatan tidak bisa dilaksanakan dengan maksimal.

“Anggaran perjalanan dinas dan makan minum untuk tahun 2020, yang dibahas dan disahan di tahun 2019 atau sebelum pandemi, sangat tinggi mencapai miliaran rupiah.

“Sekarang yang jadi pertanyaan, kemana anggaran diatas dipergunakan. Seperti yang kita ketahui bersama diawal tahun 2020 lalu sampai saat ini kita masih dilanda pandemi covid 19. Yang mana kegiatan berkumpul dilarang dan perjalanan dinas dibatasi,” ujar Yusteng, Kamis (10/3/2021)

“Seandainya semua anggaran itu terserap atau 50 persen saja yang terserap, patut diduga banyak kegiatan fiktif dilakukan untuk menghabiskan anggaran tersebut. Dan seandainya anggaran itu dinyatakan ril oleh Pemrov Riau artinya pemprov sendiri melanggar aturan protokol kesehatan (Prokes),” kata yusteng

Untuk itu Pemprov Riau harus menjelaskan berapa anggaran yang terserap dan kalau ada sisa dari anggaran tersebut apakah sudah dikembalikan kepada negara. Sebab kasus ini juga bisa menjadi pintu masuk penegak hukum untuk memeriksa ke dua anggaran tersebut.

“Kedepan kami juga bakal mengelar aksi di kantor Gubernur untuk mendesak Pemrov Riau untuk transparan terkait anggaran ini,” tutup Yusteng.

Saat dikonfirmasi Kabag Umum Setda Riau Khuzairi melalu pesan WhatsApp terkait hal ini beliau mempersilahkan untuk bertanya kepada karo umum karna dia tidak berwenang menjawab pertanyaan media. (olo)