Syahira Siswa SMP Yatim Berprestasi Bidang Keagamaan Senang Dapat Bantuan Rumah Yatim

Pekanbaru (Nadariau.com) – Syahira Wirman (13) warga Jalan HM Nur, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Riau sangat senang dapat bantuan bahan pokok untuk keluarga dari Rumah Yatim.

Syahira adalah siswa kelas 2 SMP berprestasi bidang keagamaan. Dan keluarganya baru ditinggal mati oleh ayah mereka sejak 10 bulan lalu, karena penyakit lambung kronis.

Syahira sendiri tinggal bersama ibu dan kedua adiknya, Humaira Wirman (8) berada di kelas 2 SD, dan Quratu Aini (3) yang belum mulai bersekolah.

Heleni (40), Ibunda Syahira, bekerja sebagai penjual makanan ringan dengan penghasilan yang sangat terbatas.

Selain berprestasi dalam bidang akademik, Syahira juga berprestasi di bidang keagamaan. Ini dibuktikan dengan ia yang selalu mendapat peringkat 1 dan 2 selama 6 tahun di jenjang sekolah dasar, ketika kelulusan pun Syahira mendapat skor tertinggi di antara semua siswa di sekolahnya.

“Syahira juga sempat ikut ajang Lomba cerdas Cermat di acara Maulid Nabi di Sebuah Masjid dan berhasil mendapatkan gelar juara 2, dia juga berhasil mendapatkan gelar juara 3 dalam lomba khotam di acara yang sama”, terang Rizky, salah seorang relawan Rumah Yatim yang ikut bersilaturahmi ke kediaman keluarga Syahira.

Setelah kepergian sang ayah, Syahira yang sebelumnya sangat dengan almarhum, merasakan kehilangan yang begitu besar. Hal ini membuat ia hampir putus asa dan seolah tak memiliki arti lagi untuk hidup.

Namun, semasa hidupnya, mendiang ayah Syahira selalu memberikan semangat, maka Syahira pun menjadikan semangat yang selalu ayahnya berikan dulu sebagai motivasi untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang Arsitek.

“Hingga sekarang saya masih belum sepenuhnya menerima kepergian sang ayah yang sangat tiba-tiba”, tutur Syahira sambil menahan tangis yang hendak keluar ketika mendiang ayahnya dibahas.

Selain Syahira, kedua adiknya pun kerap kali menanyakan pertanyaan polos mereka tentang keberadaan sang ayah kepada Heleni. Meski pedih, Heleni selalu berusaha menguatkan ketiga anaknya atas kenyataan pahit yang menimpa mereka.

Ia harus selalu tegar, sebisa mungkin menutupi kesedihan yang juga ia rasakan, berjuang seorang diri menjadi tulang punggung keluarga, untuk menghidupi ketiga anaknya.

Ditengah himpitan ekonomi, Heleni tetap berusaha mencari penghidupan dengan mengolah ubi untuk dijual sebagai makanan ringan ke warung-warung sekitar, dari usaha yang dilakukan Heleni, ia mendapatkan penghasilan sekitar Rp.100.000,- hingga Rp.120.000,- per minggunya.

Uang ini harus ia gunakan untuk membayar kontrakan yang mereka tinggali juga untuk memenuhi kebutuhan ia dan ketiga anaknya.

Atas kondisi Heleni dan keluarga, tim relawan Rumah Yatim Cabang Riau menyampaikan bantuan berupa bahan-bahan pokok untuk digunakan Heleni dan keluarga.

Sebelumnya, Rumah Yatim pun telah bersilaturahmi dan memberikan bantuan pendidikan berupa program beasiswa dhuafa kepada Syahira dan kedua adiknya pada 11 Agustus 2020 lalu.

Diharapkan bantuan lanjutan yang disalurkan tim relawan dapat memberikan keringanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil mereka. (don)