Disdik Pekanbaru Pastikan Rabu Keputusan SMPN Belajar Tatap Muka atau Tidak

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kepala Disdik Pekanbaru Ismardi Ilyas memastikan akan memberi keputusan untuk melakukan sekolah belajar tatap muka atau tidak di Kota Pekanbaru, pada hari Rabu (3/2/2021) besok.

Pasalnya hari itu, diharapkan Satgas Covid-19 bisa memberikan rekomendasi kepada dinas untuk mengizinkan sekolah memulai belajar tatap muka.

“Kita berharap pada hari Rabu (3/2/2021) besok sudah ada jawaban dari Satgas. Sehingga kita bisa memulai belajar tatap muka di sekolah,” kata Ismardi, Selasa (2/2/2021).

Sebelumnya, Disdik Kota Pekanbaru, telah mengusulkan sebanyak 45 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) ke Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk melaksanakan belajar tatap muka.

“Kita sudah ajukan. Kita masih tunggu dari satgas untuk mulai sekolah tatap muka,” aku Ismardi.

Disampaikannya lagi, ada 45 SMPN yang diusulkan tersebut tersebar di seluruh kecamatan. Sejumlah sekolah di antaranya masih berada di zona oranye sebaran wabah corona di antaranya Marpoyan Damai, Bukit Raya dan Rumbai.

Sementara sekolah yang dipastikan belajar tatap muka hanya di kecamatan zona kuning dengan resiko penularan wabah rendah.

Untuk tahap awal, terang Ismardi, belajar tatap muka hanya diberlakukan di SMP negeri dan diprioritaskan bagi peserta didik kelas IX. Jika belajar berjalan lancar, baru dilanjutkan di Sekolah Dasar Negeri (SDN).

“Satu pekannya lagi, SMP swasta yang mulai sekolah. Namun, hanya 90 persen SMP swasta yang mampu beroperasi. Kami akan mengajukannya ke wali kota mengenai sekolah yang layak dibuka,” papar Ismardi.

Lama proses belajar sendiri hanya 1 jam 45 menit. Peserta didik diberi waktu 15 menit agar segera meninggalkan sekolah. Lima belas menit kemudian, proses belajar peserta didik lain dimulai. (af)