Senin, Juli 15, 2024
BerandaRegionalBengkalisPansus Rencana Induk Kepariwisataan DPRD Bengkalis Stuban ke Kabupten Lima Puluh Kota

Pansus Rencana Induk Kepariwisataan DPRD Bengkalis Stuban ke Kabupten Lima Puluh Kota

Bengkalis (Nadariau.com) – Pansus Rencana Induk Kepariwisataan (RIPPAR) DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan kunjungan ke Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuannya untuk berdiskusi tentang pengembangan pariwisata daerah, Jumat (29/01/2021).

Pansus RIPPAR DPRD Kabupaten Bengkalis langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Bengkalis H Khairul Umam. Sementara dari pihak pariwisata dipimpin oleh Kadis Pariwisata Kabupaten Lima Puluh Kota Nengsih beserta staf.

Ikut serta didalam rombongan Wakil Ketua DPRD Bengkalis Syaiful Ardi, serta Anggota Pansus yang didampingi dari pegawai Dinas Pariwisata Bengkalis, BPKAD.

Ketua DPRD Bengkalis Khairul Umam mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Bengkalis sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai RIPPAR. Tujuannya untuk untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, pendidikan, sosial dan budaya. Pemerintah Daerah dan DPRD Bengkalis memberikan perhatian khusus untuk terus mengembangkan pariwisata.

“Kita baru saja membuat Rencana Induk Kepariwisataan. Dimana potensi pariwisata di Bengkalis itu cukup luar biasa. Untuk itu kita memerlukan masukan, perbandingan serta pola yang tepat agar Ranperda ini sempurna. Sehingga kita punya pemahaman lebih lanjut,” kata Khairul.

Sementara Ketua Pansus H Adri dan wakil Febriza Luwu dalam konsep pembangunan wisata mengaku ingin mengetahui terkait investasi bersifat lokal maupun pihak asing. Kemudian terkait Perbub dan Perda, konsep nagari dan/atau regulasi lainnya yang berlaku yang dilaksanakan oleh Pemkab Lima Puluh Kota, agar nantinya bisa dijadikan referensi bagi Bengkalis.

Anggota Pansus Firman turut mempertanyakan tentang PAD yang didapatkan oleh destinasi wisata Lembah Harau. “Serta sistem pembagian hasil kepada pihak kedua dan ketiga,” tanya Firmam.

Menjawab pertanyaan dari Pansus DPRD Bengkalis, Kadis Pariwisata Kabupaten Lima Puluh Kota Nengsih menjelaskan, secara umum, konsep pembangunan wisata bisa dilakukan oleh semua investor. Asalkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik swasta maupun pemerintah.

“Sekarang kita sudah kerjasama dengan beberapa kementerian mengenai konsep pembangunan tempat wisata. Konsep nagari untuk pariwisata diatur oleh Pernag (Peraturan Nagari) mulai dari konsep pariwisata sampai pembagian hasilnya. Konsep nagari mengacu pada peraturan pemerintah atau RIPK kami,” kata Nengsih.

Terkait dengan referensi khusus, disesuaikan dengan potensi-potensi yang ada di daerah. Karena Pemkab mendata dulu semua destinasi wisata yang ada dan dikelompokkan berdasarkan kategori, kawasan utama, strategis atau produktif.

“Target kami untuk Wisata Lembah Harau yaitu Rp3M setahun, dengan menggunakan tiket masih manual harga Rp5000. Untuk itu pada tahun ini, kami bekerjasama dengan Bank Nagari untuk mengantisipasi kebocoran dengan membangun sistem E-Card. Ini akan kami naikkan harga tiket dari 5000 menjadi 20000 dengan beberapa pembagian,” tutupnya.

Kemudian Nengsih juga memutar Profil Kabupaten Lima Puluh Kota dan potensi wisata yang mengacu kepada Perda Kabupaten Lima Puluh No. 7 Tahun 2016. Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016-2032.

“Kami sudah punya RIPK yang menjadi dasar kami dalam mengembangkan pariwisata. Secara umum, salah satu prioritas pengembangan di kabupaten ini adalah pariwisata. Kami memiliki 13 kecamatan dan 79 nagari yang masing-masing kecamatannya memiliki destinasi wisata, Baik alam, agrowisata, budaya dan kuliner,” jelasnya.

“Dibidang pariwisata berdasarkan RIPK, terdapat kategori kawasan. Yaitu kawasan utama, kawasan strategis dan kawasan produktif. Destinasi wisata tidak bisa dikembangkan dalam satu waktu, karena keterbatasan anggaran. Maka dari itu, perlu persetujuan DPRD berdasarkan Perda RIPK,” lanjut Nengsih. (Galeri/zul)

Pansus RIPPAR DPRD Bengkalis tampak berdialog dengan Dinas Pariwisata.
Anggota Pansus mendengarkan penjelasan Kepala Dinas Pariwisata.

 

 

 

 

 

Pansus RIPPAR mengajukan pertanyaan ke dinas pariwisata.
Kadis Pariwisata Kabupaten Lima Puluh Kota Nengsih menjelaskan konsep wisata.

 

 

 

 

 

Pansus mencatat konsep dari dinas pariwisata.
Stuban dihadiri pegawai Dinas Pariwisata Lima Puluh Kota dan Bengkalis.

 

 

 

 

 

Ketua DPRD tampak berdiskusi dengan Kadis Pariwisata.
Ketua DPRD Bengkalis H Khairul Umam pimpin Pansus RPPAR.

 

 

 

 

 

Pansus RIPPAR sangat serius mengikuti pertemuan.
Pansus RIPPAR mengikuti pertemuan dengan dinas pariwisata.

 

 

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer