51 Pelaku UMKM Pelalawan Terima Sertifikat Halal dari Kemenag Riau

Pelalawan (Pelalawan) – Sebanyak 10 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pelalawan menerima sertifikat halal dari Kemenag Provinsi Riau. Sertifikat ini diserahkan melalui Diskop UKM dan Disperindag Pelalawan.

Pemberian sertifikat ini merupakan bentuk dukungan Pemkab Pelalawan melalui Dinas Koperasi UKM dan Disperindag Pelalawan bagi para pelaku UMKM. Dan ini merupakan yang ketiga kalinya diberikan sertifikat halal bagi para pelaku UMKM sejak tahun 2018 lalu.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Pelalawan Drs H Fakhrizal menjelaskan, bahwa sertifikat halal ini di serahkan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah kepada 51 orang pelaku usaha. Jika dirinci , terdiri dari 25 orang bersumber dari dana APBD 2020 dan 26 orang lagi dukungan dari Kemenag Propinsi Riau.

“Sertifikat halal ini sudah diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Pelalawan H Zardewan kepada 10 UMKM. Selebihnya kami yang menyerahkan,” kata Fakhrizal, Kamis (28/1/2021).

Fakhrizal memaparkan, pada tahun 2018, sertifikat halal diberikan kepada 13 UMKM, tahun 2019 ada 12 UMKM dan tahun ini ada 51 UMKM.

Untuk tahun 2020 lalu, 25 sertifikat didanai oleh APBD Pelalawan dan 26 didanai oleh Kemenag.

“Kemudian, sejak dari tahun 2018 s/d 2020, Dinas Koperasi UKM Perindag sudah memfasilitasi 76 pelaku usaha yang memiliki label sertifikat halal yang di keluarkan oleh MUI Propinsi Riau atau Kemenag Propinsi Riau,” jelas Fakhrizal.

Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pelalawan ini memiliki harapan besar kepada para konsumen/pembeli agar membeli produk untuk kebutuhan hidupnya yang berlabel halal agar terjamin dan baik ketimbang produk yang tidak jelas status halalnya.

Selanjutnya status halal ini dalm rangka mendukung Peraturan Gubernur (Pergub) No. 18 tahun 2019 tentang Pariwisata Halal.

Kepada pelaku usaha UMKM/IKM, agar tidak puas dengan perolehan sertifikat halal tersebut, yang penting kualitas produk terus di tingkatkan dan kemasan harus semakin menarik serta strategi promosi yang handal memanfaatkan peluang pasar.

“Selanjutnya mereka yang sudah mendapatkan ilmu untuk pengurusan sertifikat halal tersebut agar dapat meneruskan atau menginfomasikan kepada pelaku usaha di sekitarnya bagaimana tata cara proses pengurusan sertifikat halal tersebut, karena prosesnya di awali terlebih dahulu melalui sosialisasi dan bimtek,” Terang Fakhrizal.

Sementara itu Wakil Bupati H Zardewan pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa apa yang diupayakan oleh Disperindag dalam memberikan sertifikat halal kepada para pelaku UMKM.

Diharapkan, UMKM ini bisa secara nyata mampu meningkatkan penguatan sistem inovasi untuk mendukung perekonomian daerah yang kuat dan berdaya saing tinggi.

“Pemberian sertifikat ini akan mampu meningkatkan investasi dan pengelolaan sumber daya unggulan daerah berbasis kerakyatan dan partisipasi masyarakat yang berkelanjutan dengan program strategisnya Pelalawan sehat, cerdas, terang, lancar, makmur, eksotis dan inovatif,” harap Zardewan. (liaz)