STIE Prakarti Mulya Tetap Gelar Wisuda ke-3 Dimasa Pandemi

Pekanbaru (Nadariau.com) – Meski dimasa pandemi Covid-19, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Prakarti Mulya tetap melaksanakan wisuda sarjana ke-3, dengan jumlah 175 orang, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (23/1/2021).

Dihadapan wisudawan dan orangtua, Ketua Yayasan Profesional Pekerti Riau Dr Edi Haryono SE MM mengucapkan selamat kepada wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan di STIE Prakarti Mulya.

“Gunakan ilmu yang ananda peroleh, tidak hanya diri sendiri tapi juga orang lain. Ilmu yang kita miliki bisa berguna bagi orang lain, disitulah nilai yang kita peroleh,” kata Edi, Sabtu.

Edi juga berpesan, ketika ananda tidak lagi menuntut ilmu di STIE, bukan berarti hubungan silaturahmi terputus. Ananda juga bagian dari STIE yang telah berubah nama menjadi Institut Bisnis dan Teknologi MASTER atau disingkat dengan nama “Institut MASTER”.

Hubungan emosional lahiriah sampai kapanpun harus tetap terjaga.

“Sekali lagi, saya sebagai ketua yayasan mengucapkan terima kasih kepada orangtua yang telah mempercayakan STIE Prakarti sebagai tempat menuntut ilmu. Dari data, hampir 90 persen yang diwisuda hari ini sudah bekerja. Bagi yang belum bekerja, rebut lah peluang kerja dengan ilmu yang ananda peroleh,” kata Edi disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Sementara Sekretaris L2DIKTI Wilayah X Kemendikbud Yandri. A.SH.MH, dalam sambutan melalui video konfren berharap agar STIE yang telah berubah nama menjadi Institut MASTER terus meningkatkan kualitas sehingga bisa menambah kepercayaan bagi masyarakat tempat menuntut ilmu bagi putra putrinya.

Bagi seorang sarjana, tidak hanya memiliki karakter yang baik, tapi juga harus ciptakan lapangan kerja sendiri dan untuk orang lain.

Semua pimpinan kampus bahu membahu untuk pengembangkan perguruan tingginya. Individu yang berkarakter dan pengusaan Iptek akan mampu menguasai peluang kerja dengan ilmu yang dimiliki lulusan.

“Jadi perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, punya karakter dan penguasaan Iptek. Dengan demikian, saya yakin lulusan STIE Prakarti Mulya bisa bersaing dengan lulusan lainya,” kata Yandri.

Dikatakan Yandri, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar lulusan berkualitas. Pertama, peningkatan kualifikasi pendidikan tenaga dosen hingga ke jenjang S3 (Doktor). Kedua, peningkatan sarana dan prasarana terutama pustaka digital dan laboratorium.

Ketiga, peningkatan akreditasi baik program studi maupun akreditasi perguruan tinggi. Keempat, memperkuat kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri dan kelima, memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Jika kelima ini dilakukan STIE Prakarti Mulya maka akan menjadi perguruan tinggi yang unggul di Riau,” ujarnya

Sementara itu, Ketua STIE Prakarti Mulya Roni Putra Adi SE MM mengatakan jumlah sarjana yang di wisuda sebanyak 175 orang terdiri dari 22 orang Jurusan Akutansi dan 153 Jurusan Manajemen.

Dalam wisuda kali ini, keluar sebagai pemuncak diraih oleh Triyono (Manajemen) dengan IPK 3.85. Selain pemuncak juga diumumkan dosen terbaik putra diraih Mukson dan dosen terbaik putri diraih oleh Marice.

Sedangkan karyawan terbaik diraih Rafiqoh dan Nova Putri, Penilaian ini dilakukan oleh tim manajeman mutu.

Setelah STIE Prakarti Mulya berubah nama menjadi Institut MASTER, kata Roni, pada wusuda keempat, wisuda sarjana tidak lagi atas nama STIE tapi sudah menjadi Institut MASTER.

“Ini  wisuda terakhir untuk STIE. Wisuda selanjutnya kita sudah memakai nama Institut MASTER,” kata Roni.

Selain dihadiri Ketua Yayasan Profesional Pekerti Riau, civitas akademika STIE Prakarti Mulya, dan Sekretaris APTISI Riau Dr Adolf Bastian MPd, juga dihadiri oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat Prof Dr Ir H Budi Djatmiko sekaligus menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda STIE Prakarti Mulya.

Proses wisuda dimasa pendemi covid ini menerapkan protokol kesehatan baik wisudawan/i, orangtua dan tamu undangan. Semua peserta dan tamu undangan harus mengunakan masker, cuci tangan dan mengatur jarak tempat duduk. (ded)