Selain Pilot, Empat Orang Minang Ikut Jadi Korban Kecelakaan Pesawat Sriwijaya SJ 182

Sumbar (Nadariau.com) – Lima orang warga asal Provinsi Sumatra Barat masuk dalam daftar jadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di kawasan perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (10/1/2021) kemarin.

Kepala Biro Rantau dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemprov Sumbar, Luhur Budianda, mengatakan, lima orang penumpang itu berasal dari daerah Kabupaten Tanah Datar, Pesisir Selatan dan Kota Padang.

“Ada warga Minang yang turut jadi korban jatuhnya Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu itu. Kita berharap jenazah korban segera ditemukan,” katanya, seperti dikutip dari Bisnis, Ahad (10/1/2021).

Dia menjelaskan lima orang itu yakni Capt. Afwan (Pilot) dari Kabupaten Tanah Datar, Fadly Satrianto (Co Pilot) dari Kabupaten Pesisir Selatan, Asy Habul Yamin (Manifes 40) dari Kabupaten Tanah Datar, Faisal Rahman (Manifes 41) dari Kabupaten Tanah Datar, dan Angga Fernanda Afriyon (Manifes 3) dari Kota Padang.

“Bapak gubernur telah menyampaikan rasa belasungkawa atas nama masyarakat Sumbar. Kita berharap kepada keluarga korban diberi ketabahan atas peristiwa ini,” ujarnya.

Dikatakannya sampai saat ini Pemprov Sumbar masih mengikuti perkembangan pencarian korban di kawasan perairan Kepulauan Seribu di Jakarta tersebut.

“Kita akan menunggu hasil evakuasi dari Basarnas yang kini masih melakukan pencairan,” ujar dia.

Sementara itu salah seorang keluarga korban di Padang, Megawati, mengakui bahwa pihak Sriwijaya Air telah menghubungi pihak keluarga. Bahkan pihak Sriwijaya telah menyampaikan kesiapan mereka untuk memfasilitasi keberangkatan keluarga korban ke posko di kawasan Kepulauan Seribu.

“Iya kita dari keluarga korban Angga Fernanda Afriyon telah dihubungi oleh Sriwijaya Air. Tapi keluarga kami tidak bisa memenuhi permintaan dari Sriwijaya Air, karena sudah ada keluarga kami yang urus di Jakarta,” sebutnya.

Namun mereka berharap agar pencairan yang dilakukan oleh Tim Basarnas diberi kemudahan, agar korban Sriwijaya Air SJ 182 segera ditemukan. Begitu juga kepada keluarganya yakni Angga, bisa dipulangkan keluarganya.

“Kalau sudah ada hasilnya, biar keluarga kami pun tenang. Semoga pencairannya segera membuah kan hasil,” harap Megawati. (nrc)