Disperindag Pelalawan Turun Kelapangan Awasi Harga Barang Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Pelalawan (Nadariau.com) – Menghadapi Natal dan Tahun Baru 2021, Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap harga Barang Pokok Masyarakat (Bapokmas) yang berjumlah 29 jenis barang termasuk beras, gula, minyak, telor, daging dan kebutuhan pokok lainnya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pengawasan terhadap barang-barang yang diatur tata niaganya. Seperti barang-barang yang masih layak atau tidak. Barang terkait masa kadarluarsa, memiliki sertifikat halal dan sebagainya.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memantau serta memastikan kondisi harga barang di pasar dalam keadaan stabil dan barang yang dijual dalam keadaan layak dikonsumsi masyarakat, sesuai aturan yang berlaku.

Kegiatan pemantauan dan pengawasan ini langsung dipimpin oleh Kadis Koperasi UKM Perindag Kabupaten Pelalawan Fakhrizal, yang dilaksanakan pada Rabu, 23 Desember 2020 yang dikhususkan di ibukota Kabupaten Pelalawan. Yakni Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Adapun sasaran Tim mengambil sampel pada empat titik yaitu Pasar Rakyat Pangkalan Kerinci, toko enceran, toko Ikhlas, Swalayan Mandiri dan Toko Ritel Modern Alfa Mart.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar dan tim juga melakukan pembinaan humanisme kepada pedagang agar tetap menjaga kondisi pasar yg telah kondusif, termasuk mengurus perizinannya dan tetap mengedepankan perlindungan kepada para konsumen serta himbauan agar tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 yang masih mengancam masyarakat di Kabupaten Pelalawan,” kata Fakhrizal, Kamis (24/12/2020).

Hasil pemantauan tim dilapangan mendapati bahwa ada kenaikan harga telor ayam broiler, dari harga Rp 45.000/papan pada dua minggu sebelumnya naik menjadi Rp 52.000/papan.

Hal ini dikarenakan banyaknya pesanan yang datang dari luar Pulau Sumatera, seperti daerah Jawa.

Sehingga terjadi peningkatan kebutuhan yang mengakibatkan terjadinya monopoli harga oleh pengusaha telor.

Kemudian barang komoditi yang juga naik cukup signifikan antara lain ayam boiler dan cabe, namun hanya sebatas kenaikan lokal. Dan untuk kenaikan telor kemungkinan besar dapat mempengaruhi tingkat inflasi daerah.

Untuk lebih cepat mengantisipasi permasalahan dan mengambil langkah solusi teknis dilapangan, melalui tim terpadu maka Dinas Koperasi UKM Perindag melibatkan OPD teknis terkait.

Yaitu Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, BPMPTSp, Satpol PP, Bagian Ekonomi Setda, Camat Pangkalan Kerinci.

Sebelum meninjau kelapangan, tim telah mengawali kegiatan dengan melakukan rapat koordinasi teknis di ruang rapat SANTUN Dinas Koperasi UKM Perindag.

Hal ini guna menyatukan persepsi dan menyusun langkah-langkah/upaya teknis dalam mengantisipasi permasalahan yang terjadi di lapangan.

Kepada masyarakat konsumen, diharapkan agar lbh selektif dalam memilih dan menentukan prioritas barang-barang yang akan dibeli. Belilah barang2 penting, prioritas dan layak, aman dikonsumsi secara aturan, serta jangan menimbun barang.

“Alhamdulillah kita tidak melakukan penindakan dan hasil update harga akan kita laporkan ke Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM Provinsi Riau, kemudian Dinas Provinsi akan menindaklanjuti ke Kementrian Perdagangan Dalam Negeri,” ujar Fakhrizal.

“Selanjutnya Dinas Koperasi UKM Perindag akan melaporkan dan berkoordinasi dengan Bulog di Pekanbaru,” ungkap Fakhrizal seusai melakukan peninjauan. (liaz)