Jipikor Dukung Kinerja Kejati Riau Dalam Menindak Kasus Korupsi di Siak

Pekanbaru (Nadariau.com) – Jaringan Investigasi dan Pemberantasan Korupsi (Jipikor) Riau mendukung kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dalam menindak tindakan kasus korupsi di Kabupaten Siak. Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Jipikor Riau, Tri Yusteng Putra kepada media ini rabu (23/12/2020).

Menurut Yusteng, kasus dugaan korupsi anggaran rutin Bappeda Siak yang diduga melibatkan Yan Prana saat menjabat Kepala Bappeda Siak mulai ada kemajuan.

Yan Prana yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) riau telah ditetapkan sebagai tersangka. Dan sudah dilakukan penahanan oleh Kejati Riau.

Sebagai bentuk dukungan, Jipikor telah memasang papan bunga di Kantor Kejati Riau yang betuliskan “Mendukung Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi di Siak dan Apa Kabar Bansos Siak Rp56,7 M” ujar Yusteng .

Lebih lanjut kata Yusteng, diharapkan Kejati Riau agar dapat mempertegas status dugaan korupsi Bansos Siak yang saat ini telah naik ke tahap penyidikan.

Dengan cara menetapkan tersangka dalam kasus Bansos yang telah merugikan negara cukup besar. Sementara perkembangan kasus Bansos bukan hanya menjadi perhatian masyarakat semata.

Selain itu, kasus ini juga menjadi sorotan pimpinan Komisi III DPR RI Pangeran Khairil Lubis saat dengar pendapat dengan Kakejati Riau DR Mia Amiati yang juga dihadiri Kapolda Riau beberapa waktu yang lalu.

Sejauh ini kata Yusteng dalam kasus Bansos Siak, Kejati telah memeriksa beberapa orang saksi. Yaitu mantan pengurus karang taruna siak ikhsan, mantan pengurus KNPI Siak Ulil Amri dan Ketua DPD Golkar Siak Indra Gunawan.

Saat ini Ikhsan dan Ulil Amri keduanya juga menjadi petinggi Partai Golkar Riau dan juga ada beberapa saksi dari pejabat Siak yang telah diperiksa Kejati.

Baik yang masih menjabat di Siak maupun pejabat yang diboyong Syamsuar pasca Syamsuar terpilih menjadi Gubernur Riau. Bahkan menurut Yusteng, bila perlu Kejati bisa melihat rekam jejak pejabat Siak yang diboyong Syamsuar ke Provinsi Riau.

Karena patut diduga pejabat tersebut rentan dengan tindakan KKN selama di Siak. Sebagai contoh yang terkuak yakni Yan Prana.

“Namun apa bila kasus Bansos Siak ini tidak ada perkembangan yang signifikan akibat tidak ada penetapan tersangka meskipun statusnya telah naik menjadi penyidikan, maka kedepan kami dari Jipikor akan melakukan aksi ke Kejati Riau untuk mempertanyakan kelanjutan kasus Bansos ini. Karena semua pelaku korupsi harus mendapat ganjaran yang pantas akibat telah merugikan negara dan menyengsarakan rakyat,” tegas Yusteng. (olo)