Badan Restolasi Gambut Bintek Demplot Agroforestry Via Zoom di Merbau

Meranti (Nadariau.com) – Badan Restolasi Gambut (BRG) laksanakan bimbingan teknis (Bintek) Pengembangan Demplot Agroforestry dilahan gambut Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau di gedung kantor Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau Senin (19/10/2020).

Selain itu, terlihat hadir Camat Merbau Abdul Hamid ST HI MM, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Brigadir Rinaldo, dari BRG, Harri Kuswondho (Silviculturist), Fransiskus Harum (Silvikulturist) dan Lasmaria Tiodora (Technical Assistant – Pertanian), juga Kepala Desa Bagan Melibur Esnadi Esman, S.PD, Kepala Desa Mayang sari Ibrahim, kepala desa Sungai Anak kamal Mastowi, Sari. Pd. yang di buka langsung oleh Ir. Soesilo Indarto , M.Si. (Plh. Deputi Bidang Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan BRG) – via zoom.

“Adapun bimbingan teknis ini, kita lakukan selama tiga hari, untuk mensosialisasikannya dan kita laksanakan di Desa Mekar Sari. Sementara pelaksanaan praktek materi nantinya akan kita laksanakan di dua desa,” kata Harry Kuswanhdo dari perwakilan BRG.

Ia mengatakan, adapun tujuan kita lakukan untuk teknis penanam kayu, dalam musiman lalu, bisa di manfaat kan di lahan yang kosong, dan mari kita manfaatkan lahan gambut yang kosong menjadi lahan perkebunan.

“Kami dari Badan Restorasi Gambut (BRG) juga mengajak anggota pokmas untuk ikut dalam belajar bersama baik itu di dalam kelas, maupun di Lapangan guna untuk menambah ilmu dan pengetahuan kita bersama,” cakap Harry.

Sebab, Peserta dari pengembangan kapasitas ini, ada berjumlah 16 peserta dari Empat Desa termasuk pendamping.

Ia berharap, besar harapan kami dari 16 peserta ini nantinya akan bisa menyalurkan ilmu dan pengetahuan nya kepada orang lain

“Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dari beberapa pihak yang bekerja sama dengan BRG,” kata Harry.

Sementara itu, Camat Merbau Abdul Hamid STHI MM menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini, semoga bisa menambah wawasan kita semua dalam mengelola lahan gambut tampat terbakar.

“Dikarenakan daerah kita ini, juga termasuk wilayah lahan gambut untuk itu, kita semua sangat membutuhkan teknis seperti ini,” kata Abu Hamid.

Ia juga menjelaskan, hal ini seperti ini juga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terkhususnya para petani seperti, dalam bidang  Mengelola lahan gambut tempat terbakar serta teknis untuk Perkebunan.

Menurut Abu Hamid, Daerah Merbau sering mendapatkan Bantuan baik dari Pemerintah Daerah maupun dari Badan Restorasi Gambut (BRG), yang akan disalurkan. Maka dari itu kepada para petani yang kurang memahami teknis dan tata cara mengelola bibit, tempat lahan, maka dari itu banyak juga bantuan yang kami terima akan menjadi sia -sia.

Sebab, dengan adanya teknis ini, sehingga bantuan tersebut tidak menjadi sia -sia lagi, seperti yang telah lalu.

“Maka dari itu, dalam waktu dekat ini, beberapa dari pokmas akan mendapatkan bantuan bibit hewan ternak, jadi dengan teknis yang di dapatkan ini, selain teknis cara mengelola lahan gambut, kita akan dapat tata cara menanam bibit, lewat teknis mengelola pakan ternak juga menjadi ilmu andalan bagi para petani dan peternakan,” beber Abu Hamid.

Ia berharap, bagi para pokmas kami harap bisa menyampaikannya dengan apa yang menjadi permasalahan dan hambatan di desanya, agar semua permasalahan bisa kita tangani bersama pihak Badan Restorasi Gambut (BRG).

“Kita sadari bersama selama ini banyak bantuan tersebut , yang telah di salurkan, namun tampa adanya teknis yang tepat dan kurangnya pemantauan sehingga semuanya menjadi sia -sia dan itu tidak kita inginkan lagi,” cakap Abu Hamid.

Ia menambahkan, dalam mengelola hewan ternak selama ini, yang menjadi permasalahan karena, kurangnya pangan ternak. Sehingga, hewan ternak tersebut di lepaskan dan mereka merusak perkebunan masyarakat. Untuk itu, kita semua sangat membutuhkan teknis mengelola pakan ternak seperti ini.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Mayang Sari Erman SPD, mengatakan bahwa pada dasarnya kegiatan ini, merupakan pengertian untuk teknis dalam mengelola lahan gambut, juga akan menambah ilmu pengetahuan sehingga, semua ilmu dan teknis yang di kita dapatkan di sini, bisa bermanfaat bagi kita semua.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini bisa memberikan pengetahuan kepada rekan-rekan pokmas untuk mengelola lahan gambut, lalu bisa mendongkrak perekonomian masyarakat kita, dan ini semua berkat bantuan serta suport dari Pemerintah Daerah juga dari pihak Badan Restorasi Gambut (BRG) dan atas nama Pemerintah Desa Kami ucapkan apresiasi buat semua pihak,” kata Erman

Ia berharap, selaku pemerintah Desa, agar ilmu dan pengetahuan yang di dapatkan oleh pokmas ini, agar bisa kita salurkan kepada masyarakat lain. Agar semua masyarakat bisa dengan mudah mengelola lahan perkebunan dan pangan ternak

“Untuk Masalah pangan hewan ternak, kita akan bersama -sama menuju ke Desa Bagan melibur, agar untuk mempelajari teknis seperti apa yang telah di dapatkan oleh pokmas desa kami itu,” harap Erman.

Sementara itu, Ir Soesilo indrato, Msi selaku Plh Deputi bidang konstruksi, oprasi dan pemeliharaan BRG Lewat via zoom, mengatakan pada saat ini, masalah yang dihadapi mengenai perkebunan adalah masalah ilmu dan teknis dan cara mengelola lahan gambut tempat terbakar dan untuk itu pada hari ini kita melakukan Bimbingan teknis (Bimtek)
pengembangan Demplot Agroforestry.

Ia mengatakan, sering kita menghadapai masalah kebakaran hutan, karena itulah kita selama ini para petani kita belum tau, tata mengelola lahan gambut tempat terbakar untuk itu mari bersama – sama mencari solusinya. Agar solusi yang kita temukan dengan cara bimbingan seperti ini.

“Di karenakan Kabupaten Kepulauan Meranti ini, termasuk wilayah lahan gambut untuk itu, kita lakukan bimbingan teknis seperti ini sangat kita perlukan,” bebernya.

Menurut Soesilo,Untuk melakukan teknis bagaimana cara kita mengelola lahan gambut tampa bakar, teknis cara menanam bibit seperti bibit kayu maupun bibit musiman dan tata cara mengelola pangan ternak.

Ia berharap, tentunya besar harapannya kami dengan bimbingan teknis ini, kita semua bisa membantu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Hal yang sama dalam menteri Silviculturist, yang disampaikan
Fransiskus Harum mengatakan bahwa Agroforestry bisa disebutkan sebagai belajar bersama dalam pengetahuan penanaman jenis bibit tanaman kayu, dan tanaman bibit musiman.

Fransiskus Harum menjelaskan apa itu Argoforestry ? Argoforestry bisa di sebut dengan minimal ada dua jenis tanaman musiman dan tahunan.

Sebab, Siklus lebih dari dua tahun. Di laksanakan dengan cara bersamaan atau bergiliran. Dalam satu periode.

“Ada yang di sebut interaksi dan ekologi ekonomi lalu sosial semua memiliki minimal dua macam produk, Minimal mempunyai satu fungsi pelayanan jasa itulah yang di sebut Agroforestry,” jelasnya.

Menurut Fransiskus Harum, lahan gambut akan berubah di saat di tumbuhi tanaman dengan lahan yang telah terbakar, setelah lahan gambut itu terbakar maka zat asam di gambut tersebut makin tinggi.

“Maka untuk itu perlu kita pelajari Tata cara mengelola lahan gambut tampa bakar tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Intinya jika dalam satu lahan di tanami lebih dari satu tumbuhan, maka kita akan mendapatkan hasil yang lebih dan berbeda.

Sebab,tanaman kayu dan semusim juga bisa di lakukan dengan cara tumpang sari.
Bisa juga di sebut dengan Agroforestry compleks artinya dalam satu lahan kita bisa menanam berbagai macam Sepesis tanaman dan hal itu sangat menguntungkan bagi kita para petani.

Sekedar informasi tambahan, usai sambutannya dan arahan nya Ir. Soesilo indrato, Msi selaku Plh Deputi bidang konstruksi, oprasi dan pemeliharaan BRG
Langsung membuka bimbingan teknis Pengembangan demplot argoForestry secara Resmi.
(bom)