Sesama Mahasiswa Hampir Adu Jotos Saat Unjuk Rasa Menuntut UU Cipta Kerja

Pekanbaru (Nadariau.com) – Ribuan massa aksi memadati depan Kantor Gubernur Riau pada Selasa, 13 Oktober 2020. Ramainya jumlah massa yang datang membuat Sudirman di sekitar Bundaran Tugu Zapin ‘membiru’.

Mereka tergabung dalam Gerakan Rakyat dan Mahasiswa (Geram) Riau untuk melakukan unjuk rasa menuntut UU Cipta Kerja. Jalur Sudirman ditutup dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif.

Masa sudah berkumpul sekitar pukul 14.16 WIB. Jumlah massa terlihat memadati Jalan Jendral Sudirman hingga ke Jalan Gajah Mada, Pekanbaru.

Pada awal aksi itu, aparat kepolisian telah mengeluarkan himbauan kepada massa aksi, agar melakukan aksi dengan bijak sesuai dengan ketentuan umum melalui pengeras suara.

Selain di depan kantor Gubernur Riau, aparat kepolisian juga terlihat berjaga di kantor Polda Riau yang sejak awal sudah dipasang kawat berduri lengkap dengan petugas penjagaan.

“Kami datang ke ‘rumah kita’ di kantor Gubernur Riau untuk menyuarakan hak-hak masyarakat,” ungkap salah seorang orator saat memulai aksinya.

Beberapa massa aksi sudah terlihat mengenakan pasta di wajahnya sebagai bentuk antisipasi tembakan gas air mata dari petugas.

Dalam kerumunan massa aksi ini para mahasiswa mengenakan atribut almamater masing-masing lengkap dengan Bendera Merah Putih.

“Kami tidak ada urusan polisi. Yang kami butuhkan adalag kehadiran Gubernur Riau. Silahkan melebur dari semua kampus dan silahkan berorasi,” sambungnya melalui pengeras suara.

Terlihat seluruh massa yang tergabung dalam gerakan ini duduk bersila di jalan sambil mendengar orasi. Beberapa dari mereka juga terlihat duduk di Tugu Zapin.

“Yang kami antisipasi adalah penyusup. Sejak awal kami sudah menyepakati bahwa ini aksi damai. Kami demo pakai otak bukan dengan tenaga. Saya meminta kepada semua massa untuk tidak terprovokasi,” teriak orator lain.

Dalam aksi ini, massa meminta Gubernur Riau Syamsuar untuk turun menemui massa. Namun menurut informasi dari internal Pemprov Riau, bahwa Syamsuar lagi tidak berada di tempat.

“Bapak menghadiri pertemuan di Kantor Walikota Pekanbaru, di Tenayan Raya,” ungkapnya.

Mendapat informasi itu, massa aksi kemudian meminta perwakilan dari Gubernur Riau melalui Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution untuk turun menjumpai massa, dan permohonan itu dikabulkan.

Saat Edy Natar mendatangi massa aksi dan akan menyampaikan tanggapan Pemprov terkait tuntutan mahasiswa, pengeras suara yang digunakan tidak terdengar. Massa kemudian meminta kepada aparat kepolisian memfasilitasi pengeras suara.

Karena merasa tidak puas, sejumlah massa yang kecewa memilih untuk pulang dan membubarkan diri. Hal ini kemudian menimbulkan cekcok antar mahasiswa dan saling bersitegang.

Sementara di sudut yang lain, diketahui bahwa polisi mengamankan beberapa orang yang dianggap provokator. Persisnya disamping gedung Pustaka Wilayah (Puswil).

Di saat bersamaan, terlihat sejumlah mahasiswa berlarian di depan Kantor Kejati Riau dan hampir aku jotos. Namun berhasil dilerai sesamannya. Massa aksi kemudian membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB, dan aksi selesai. (bpc/son)