Data Dapodik Sekolah Harus Diisi dengan Jujur, Jika Tidak Maka Tak Dapat Bantuan

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dinas Pendidikan Provinsi Riau telah melaksanakan Kegiatan Diklat/ Bimtek bagi Operator Dapodik Sekolah SMA/SMK se Provinsi Riau Tahun 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Zul Ikram MPd menegaskan bahwa, sekolah jangan coba-coba curang dengan Dapodik sekolah.

Sebab, dapodik ini pintu dari segala sumber bantuan pemerintah baik APBD dan APBN. Dapodik ini telah digunakan sebagai basis data untuk program-program unggulan Kemendikbud dan Provinsi.

Dapodik ini sebagai pintu penerimaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG), Program Indonesia Pintar (PIP), Ujian Nasional (UN), Akreditasi Sekolah dan program bantuan ke sekolah dan lain lainnya.

“Jadi sekali lagi saya tegaskan, sekolah jangan coba coba curang memanipulasi Dapodik karena data ini menyangkut dengan bantuan dana yang diterima sekolah,” tegas Zul Ikram, Jumat (25/9).

Sementara itu, ketua panitia kegiatan M Guntur MPd mengatakan untuk tahap pertama ini, peserta Diklat Operator Dapodik SMA-SMK hanya diikuti empat kabupaten/ kota di Riau, yakni Siak 51 peserta, Pelalawan 32 peserta Meranti 23 peserta dan Pekanbaru 61 orang dengan jumlah total peserta sebanyak 166 orang.

“Untuk kegiatan ini kita bagi dalam 4 tahap hal ini disebabkan banyaknya sekolah SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau. Tidak boleh sekaligus dengan kondisi sekarang ini. Kegiatan ini juga menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” kata M Guntur. MPd.

Setelah tahap pertama, kata Guntur, Diklat Operator Dapodik SMAN, SMKN tahap kedua akan berlangsung tanggal 28 hingga 30 september hingga untuk kabupaten Bengkalis, Dumai, Rohil dengan jumlah peserta 135 orang.

Selanjutnya tahap ketiga berlangsung tanggal 30 September hingga 2 Oktober untuk Kabupaten Kampar dan Rohul dengan jumlah peserta 120 orang dan tahap keempat dilaksanakan tanggal 5 hingga 7 Oktober untuk Kabupaten Inhu, Inhil dan Kuansing dengan jumlah peserta 109 orang.

“Saya berharap kegiatan ini dapat tersosialisasinya perkembangan dan pembaharuan sistem yang menyangkut dengan Dapodik mulai dari Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Data Siswa, Data Rombel, Sarana dan Prasarana dan data lain- lainnya,” kata Guntur yang juga Kabid Data dan Pengembangan Pendidikan. (ind)