Bengkalis (Nadariau.com) – Ketua Ikatan Wanita Minang Riau (IWMR) Elidanetti SH, MH, merasa geram dan gerah akan pemberian gelar adat bundo kanduang kepada salah seorang kontestan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bengkalis.
Menurutnya, gelar Bundo kanduang itu tak bisa diberikan kepada siapapun tanpa melalui mekanisme Adat dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang ada didalam Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR).
“Gelar Bundo Kanduang ini terkesan dipermainkan dan mencoreng marwah urang awak di perantauan di dalam wadah IKMR. Mestinya sesuatu itu diletakkan pada tempatnya agar elok dipandang mata dan elok didengar, karena Bundo Kanduang itu Pangisi rumah nan gadang, Pai tampek batanyo, pulang tampek babarito,” ujar Elida didampingi Ketua IKMR Mandau Indra Verniza Dt. Mangiang, Senin (21/9/20).
Dikatakan Elida lagi, dengan keberatan itu, dirinya juga telah berkoordinasi dengan Ketua dan Sekjen IKMR Riau.
“Selain itu, kami juga sudah mengkonfirmasi dengan penerima gelar dan mengakui jika gelar itu diberikan di luar konteks IKMR serta hal ini kami tegaskan sama sekali tidak ada unsur politik yang rasanya tak perlu digadang-gadangkan,” terangnya. (rtc/ind)


