Mahasiswa Kukerta Unri Laksanankan Penyuluhan Teknik Budidaya Ikan Dalam Ember di Kelurahan Mentangor

Pekanbaru (Nadariau.com) – Tim Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau dan Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) terintegrasi, melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satunya Penyuluhan Teknik Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) pada Rabu, 22 Juli 2020 tepatnya di Kelurahan Mentangor RW11/RT02, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Setelah melakukan survey langsung di RW11/RT02 diketahui ada beberapa masyarakat yang memiliki usaha budidaya ikan baik di kolam tanah maupun kolam terpal.

Untuk itu dilakukan kegiatan ini dengan tujuan menambah pengetahuan masyarakat dan juga dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat perkotaan untuk melakukan budidaya ikan pada lahan yang terbatas.

Penyuluhan ini dilakukan secara terbuka untuk seluruh masyarakat RW11 Kelurahan Mentangor.

Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) adalah membudidaya ikan dan sayuran dalam satu ember yang merupakan sistem akuaponik (polikultur ikan dan sayuran).

Budidaya sistem akuaponik pada prinsipnya menghemat penggunaan lahan dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara dari sisa pakan dan metabolisme ikan.

Sistem ini merupakan budidaya ikan yang ramah lingkungan, Selain itu, budidaya ikan dalam ember dengan sistem aquaponik berpeluang meningkatkan kebutuhan akan protein hewani dan sayuran serta memudahkan masyarakat mendapatkan ikan dan sayur di lingkungan tempat tinggal.

Cara ini sangat baik dikembangkan diperumahan, perkotaan, apartemen, kontrakan, dan tempat-tempat pengungsian karena bencana atau daerah perkotaan yang sempit lahan tinggal.

Selain mudah dilakukan, budikdamper menggunakan media yang kecil, portabel,  hemat air dan tidak membutuhkan listrik.

Penyuluhan disampaikan langsung oleh dosen pembimbing lapangan. Dalam penyuluhan disampaikan materi dan juga terdapat objek nyata yang sehingga masyarakat dapat melihat langsung dan ikut serta aktif dalam kegiatan ini.

Adapaun teknik budikdamber yaitu benih kangkung didapatkan dari hasil semai atau menggunakan batang sisa sayur kangkung.

Kangkung yang sudah tumbuh dimasukkan dalam gelas plastic yang diberi arang dan bisa langsung ditempatkan disekeliling ember kapasitas 80 liter yang telah diisi dengan air hingga hampir penuh atau air memenuhi sebagian gelas berisi kangkung tersebut.

Selanjutnya dapat dimasukkan benih patin ukuran 4-6 cm dengan jumlah 60-100 ekor.

Pakan yang diberikan disesuaikan dengan bukaan mulut ikan atau umur ikan.

Kangkung dapat dipanen dalam kurun waktu 28 hari sejak hari tanam dengan dipotong pada bagian bawah dan dapat dipanen lagi dalam waktu 10-14 hari.

Ikan lele dapat dipanen dalam waktu 2 bulan jika kulaitas benih dan pakan bagus. (dan)