New Normal, Kelompok KKN 20 UMRI Beri Amunisi Terhadap UMKM

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pandemi covid-19 telah menyebar sekitar 5 bulan lamanya, virus ini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap menurunnya perekonomian Indonesia terutama di Kota Pekanbaru.

Setelah dikeluarkannya aturan dilarang berkumpul atau PSBB, para pelaku UMKM berjuang keras mempertahankan usahanya. Namun pendapatan semakin menurun bahkan dikatakan hampir bangkrut.

Pelaku UMKM Diffa Wedding Organizer salah satunya yang turut merasakan dampak besar menurunnya omset akibat pandemi ini.

“Ya, saya ikut merasakan dampak dari wabah virus ini yg begitu merugikan usaha saya. Namun sebagai pelaku umkm, saya tidak menyerah dalam mempertahankan usahanya,“ tegas Fajar, Owner Diffa Wedding Organizer.

Tidak hanya itu, setelah diberlakukannya masa new normal Fajar pun membuat berbagai inovasi dan kreatifitas agar usahanya tetap bertahan di masa sulit ini.

Kelompok 20 KKN UMRI kembali memberikan amunisi kepada pelaku UMKM yang bergerak dibidang wedding organizer tersebut. Dengan memberikan amunisi pemanfaatan peluang. Dimana masyarakat dilarang berkumpul pada suatu tempat atau acara tertentu.

Hal itu bisa dimanfaatkan untuk mengambil peluang dengan memberikan harga dan promo menarik bagi masyarakat yang ingin melangsungkan pernikahan ditengah pandemic dengan tetap menerapkan protokol pencegahan covid-19.

“Ini peluang besar, dan harus diterapkan. Karena ini bisa membantu kedua belah pihak. Baik bagi wedding organizernya sendiri untuk mempertahankan usahanya. Maupun bagi masyarakat atau konsumen itu sendiri, dengan budget yang mudah dijangkau. Sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan,” tegas Endah, anggota kelompok 20 KKN UMRI. (pia)