Indra Gunawan Eet Phd Seorang Putra Terbaik Riau yang Harus Dikenal Lebih Dekat

Pekanbaru (Nadariau.com) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, H Indra Gunawan Eet Phd seorang putra terbaik Riau yang harus dikenal lebih dekat. Ternyata beliau memiliki sisi yang menarik untuk dikupas lebih dalam.

Politikus lahir di Parit Bangkung anak dari ibundanya Siti Khadijah dengan Bapak Darli Markawi kedua orang tuanya lahir dan besar di Pulau bengkalis Indra Gunawan Eet anak ke 2 dari 4 bersaudara.

Indra Gunawan Eet ini rupanya memiliki banyak hobi yang menorehkan prestasi yang cukup dibanggakan oleh masyarakat Riau Terutama Kab Bengkalis dan Kota Pekanbaru.

Pria kelahiran 30 Agustus 1974 ini memiliki segudang hobi Terutama yang Survival dan Adventure Seperti bela diri ,Moto Cross, Sepak Bola, Badminton, tarung derajat, musik, olahraga hingga memancing.

“Semua olahraga saya suka, kecuali tenis dan Golf”, kata Eet.

Eet mengungkapkan hobi-hobinya tersebut bukan sekedar kegemaran. Bahkan ia pernah mendapatkan medali emas pada kejuaraan daerah di Jawa Barat ketika
berusia 21 tahun.

Satu hal kelebihan Eet adalah kecepatan daya tangkapnya. Ia berhasil mengukir prestasi dalam waktu yang terbilang cepat. Di seni bela diri
tarung derajat tersebut ia hanya perlu waktu sekitar empat bulan untuk
berlatih.

“Empat bulan saya mulai belajar, saya bisa mengalahkan senior saya dan berhasil mengikuti seleksi kejuaraan pada waktu itu dan dapat medali emas,” ucap Eet.

Semasa ia masih muda , Eet mengaku sebagai pemuda yang suka berkelahi secara liar. Ketika ia merantau ke Pulau Jawa, disana ia mendapatkan wadah tepat untuk menampung gelora bertarungnya, yaitu tarung derajat.

Ditarung derajat ini, Eet menimba ilmu dan menjadikan kemampuannya untuk mengukir prestas. Ketika kuliah di Universitas Pakuan Bogor, pria yang
mengambil Jurusan Teknik Sipil ini juga aktif berorganisasi.

Eet pernah menjabat sebagai Ketua Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), pelatih utama tarung derajat dikampus hingga menjadi pengurus inti dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pakuan Bogor.

Dibidang musik, Eet menuturkan ia memadukan berbagai jenis aliran musik.
Seperti rock, hardrock, speed, pop dan melayu. Bahkan ia juga memiliki album
bertajuk parlemen dengan lagu andalan ‘Bingal’.

” Saya tak punya aliran, tapi
saya memadukan beberapa genre dan menjadi karakter musik saya,” tuturnya.

Sejak kecil Eet telah mencintai seni musik. Ia mengaku musik telah mendarah daging baginya bahkan sejak dalam kandungan. Belajar musik otodidak dan menekuninya.

“Saya suka bermain musik, melihat orang olahraga saya juga suka. Tapi kalau
sudah suka saya akan fokus untuk bisa menguasainya. Alhamdulillah dua-duanya
berhasil,” pungkas Eet.

Dibidang olahraga, selain tarung derajat, Eet juga menggemari motorcrass. Tak tanggung-tanggung ia mendapatkan mendali emas pada bidang tersebut. Tak hanya itu ia juga pernah memenangkan kejuaraan badminton se-sumatra.

Memancing dan berburu juga menjadi hobi lain dari Eet. Berbagai telah ia datangi untuk mendapatkan pengalaman baru. Untuk memancing saja, Eet tak segan berada dilaut selama berhari-hari. Bahkan ia sengaja melakukan touring ke luar negeri seperti Jepang, Madagaskar dan Maladewa untuk memancing dan mendapatkan pengalaman baru.

Sedangkan berburu, di Indonesia menjadi hal biasa berburu dimalam hari. Mencoba hal baru, Eet juga menyambangi New-Zealand untuk dapat berburu rusa pada siang hari.

Kendati demikian, sebagai wakil rakyat Eet juga tetap fokus pada pengabdian
kepada masyarakat. Menjalani berbagai hobi menurutnya hanya untuk menjaga ritme dan mengisi waktu luang.

Ia mengungkapkan ketika telah menjalani suatu hal, yang harus dilakukan adalah melakukan yang terbaik.

“Fokus utama saya tentu politik, ketika suatu hal kita jalani, kita harus melakukanyang terbaik. Selagi untuk menjaga ritme dan substansi yang diinginkan insyaallah bisa kita jaga. Politik adalah pengabdian,“ katanya.

Dalam satu hari, Eet meluangkan waktu untuk berolahraga dan memainkan musik. Satu jam dalam sehari untuk memainkan gitar kesayangannya serta dua jam untuk berolahraga agar menjaga badan tetap bugar.

Berkiprah hampir 20 tahun di dunia politik Bengkalis membuat Eet ingin kembali
ke tanah kelahirannya. Pengalaman menjadi wakil rakyat disana membuat Eet
memahami apa yang harus dilakukannya untuk memajukan Bengkalis.

Kendati demikian ia kembali untuk menjadi eksekutor, tak hanya sebagai kontrol seperti sebelumnya. Bahkan Eet berencana meninggalkan jabatanya sebagai ketua DPRD Provinsi Riau untuk maju dalam pilkada Bengkalis sebagai bupati.

“Kembali ke Bengkalis, saya ingin membangun negeri, saya sedih melihat kondisi masyarakat. Masih ada kampung yang tinggal, ada program kerakyatan tak jalan, rumah layak huni tak tepat sasaran, insfrastruktur dasar tak jalan, perkebunan
pertanian perikanan terputus, dan jalan tanah. Saya terpanggil dan ingin
mengabdi ke masyarakat. Di DPRD itu lembaga legislator, mengawasi dan
mengontrol. Kalau eksekutif langsung, saya ingin mengabdikan diri saya membangun negeri melalui jalur eksekutif. Hal ini juga tidak terlepas dari permintaan masyarakat,” jelas Eet.

Eet merupakan pendatang baru alias newcomer di DPRD Riau. Anak dari H Darli
Markawi dan Siti Chodijah ini menjadi wakil rakyat dikabupaten berjuluk Negeri
junjungan ini di periode 2004-2009, 2009-2014, Dan 2014-2019, dari partai
Golongan Karya.

Selain itu, Eet menempuh pendidikan dasar dan menengah di kabupaten bengkalis. Kemudian melanjutkan pendidikan disekolah teknik mesin (STM) Muhammadiyah Pekanbaru.

Selanjutnya ia merantau ke Jawa dan mengambil Jurusan Teknik Sipil di Universitas Pakuan Bogor. Pria satu anak ini mengambil dua gelar master dibidang hukum dan interior, serta menempuh pendidikan doktor filsafat di Selangor University. (ind)