Selasa, Maret 3, 2026
BerandaIndeksEkonomiEtika Perekonomian Ditengah Pandemi Covid-19 di Pekanbaru

Etika Perekonomian Ditengah Pandemi Covid-19 di Pekanbaru

Pekanbaru (Nadariau.com) – Ditengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan menyangkut kehidupan banyak manusia, bukan saja tentang medis dan kesehatan atau dampak ekonomi yang ditimbulkannya, tetapi juga hal-hal yang menyangkut etika dan spiritual.

Karena pandemi ini dengan skalanya yang luar biasa dan belum pernah dialami dunia, menyangkut masalah-masalah eksistensi manusia tentang kehidupan dan kematian.

Krisis saat ini terutama tentang menyeimbangkan prioritas, nilai-nilai mana yang paling penting dalam situasi apa? Pada hari-hari awal pandemi, kesehatan adalah hal yang terpenting dan yang lainnya harus berada di belakang. Setelah dua atau tiga pekan, gelombang kedua dimulai.

Ekonomi dalam hal kemampuan finansial, pekerjaan dan daya beli sekarang mundur. Dalam jangka menengah, profitabilitas juga merupakan masalah hidup dan mati, tidak memiliki apa-apa untuk dimakan berarti dapat mengancam kehidupan manusia.

Krisis utang baru dapat menelan biaya jutaan jiwa di seluruh dunia. Dengan adanya pandemic Covid-19 tidak dapat dipungkiri bahwa perekonomian di Indonesia saat ini sedang berada dalam tahap tidak stabil. Dan itu yang sedang di alami di Riau, terutama di Pekanbaru.

Pekanbaru termasuk di zona merah karena terdapat beberapa kasus. Sehingga berdampak juga ke perekonomian masyarakat. Banyak perusahaan yang mencutikan karyawan sebagian ada juga di PHK.

Apalagi ini sangat berdampak sekali kepada para pengusaha UMKM dan restoran. Ada yang masih bertahan dengan melakukan berbagai strategis di bidang penjualan semua beralih ke media online dan disinilah muncul etika tentang perekonomian yang dilakukan oleh semua pihak seperti perusahaan, pengusaha dan pelayanan.

Itulah kenapa etika ekonomi itu sangat penting bagi perekonomian masyarakat. Etika ekonomi adalah perilaku ekonomi yang mempunyai norma-norma dalam ekonomi baik secara pribadi, institusi serta dalam mengambil keputusan dibidang ekonomi.

Supaya dapat terwujudnya ekonomi yang jujur dan dapat melahirkan persaingan sehat. Dan dapat mendorong terbentuknya kerja sama untuk membantu perekonomian yang lebih maju.

Kerangka dan strategi ekonomi mesti mengalami penyesuaian, beberapa langka yang bisa diambil yaitu, utamakan pemenuhan kebutuhan primer/pokok masyarakat terlebih dahulu.

Kebutuhan lain yang bersifat sekunder apalagi tersier mesti dikurang-kurangi sampai kondisi stabil. Selain itu, bantuan ekonomi secara langsung/tunai bagi masyarakat miskin benar-benar diperlukan dalam situasi seperti ini.

Mulai memangkas impor-impor yang tidak perlu. Usahakan pemenuhan kebutuhan dari produk-produk yang dihasilkan di dalam negeri. Cara ini selain menghemat pengeluaran Negara, juga akan mengurangi jumlah pengangguran.

Sinkronisasi kebijakan secara vertical dan horizontal agar sama-sama satu visi untuk mengwujudkan demokrasi ekonomi.

Dengan memakai prinsip “bergerak dengan apa yang ada”, banyak potensi yang dimiliki Indonesia yang bisa mengurangi dampak krisis dan ancaman resesi, hal lain yang luar biasa yang sudah dipraktekkan oleh banyak orang Indonesia terutama yang hidup dipedesaan atau pinggiran kota adalah ekonomi subsisten.

Namun untuk sistem ekonomi seperti itu sangat sulit untuk diterapkan di perkotaan karena perekonomian masyarakatnya berbeda seperti pekerjaan dan pendidikan. #Dirumahaja, #NewNormal.

Ditulis oleh Wulan Sari & Dia Willin Perwiri
Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis
Universitas Muhammadiyah Riau

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer