Kuansing (Nadariau.com) – Ditengah wabah Covid-19 seperti sekarang, bantuan sosial dari pemerintah bisa menjadi penyambung napas jutaan orang yang terkena dampak. Sayangnya, pengelolaan data yang buruk selama bertahun-tahun membuat program jaring pengaman sosial yang diluncurkan Presiden Joko Widodo amburadul (sembarangan) di lapangan
Kecewa, begitulah ujar salah seorang warga Kopah yang tidak dapat bagian bantuan sosial (Bansos) beberapa pekan lalu. Kekecewaan tak hanya terjadi karena ia tidak masuk ke daftar penerima bansos.
Tapi juga karena keberadaan beberapa orang mampu dan juga nama pejabat desa dan BPD penerima bansos di daerahnya. Mereka menuding pembagian BST di tengah Covid-19 tidak adil dan merata.
Tak hanya itu, ditemukan pula calon penerima bantuan double bantuan dengan program lain. Bahkan orang yang sudah bertahun-tahun dinyatakan meninggal dunia pun turut menjadi calon penerima bantuan dari pemerintah pusat ini.
“Selaku warga dirinya juga menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah desa dan pemkab Kuansing disebabkan oleh harapan yang diberikan oleh pemerintah tidak jelas
terutama terkait bantuan dari Pemkab.
Atas kejadian tersebut camat Kuantan Tengah Agus Iswanto mendadak memanggil serta mengumpulkan seluruh kepala desa se Kecamatan Kuantan Tengah untuk melakuakan rapat terbatas, dari hasil musyawarah camat dan Kepala desa menghasilkan bebera poin kesepakatan.
“Pertama, agar kepala desa melakukan musyawarah desa (Musdes) untuk dilakukan validasi data serta mengedepankan masyarakat yang betul-betul layak sebagai penerima bantuan,” kata Agus, Senin (8/6/2020).
Kedua, menunda penyaluran BLT-DD tahap kedua kepada masyarakat sambil menunggu bantuan dari Pemkab Kuansing.
“Saya harap, setelah rapat kepala desa melaksanakan Musyawarah Desa (MusDes) yang melibatkan perangkat Desa, para BPD dan tokoh Masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, terangnya jangan lupa pula untuk melibatkan para pendamping Desa atau mereka yang paham serta tahu tentang kondisi masyarakat yang ada di Desa Setempat.
“Hal itu agar pendataan penerima bantuan, diharapkan benar-benar bisa tepat sasaran,” ujarnya. (AK)


