Kuasa Hukum Karwati Laporkan Oknom Penyidik Polsek Kunto Darussalam ke Propam Polda Riau

Rohul (Nadariau.com) – Kuasa hukum Karwati (47) istri dari Sukardi warga Desa Bangun Jaya RT 039, RW 002 Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Veky Syamsir SH dan rekannya melaporkan oknum penyidik Reskrim Polsek Kunto Darussalam ke propam Polda Riau.

Hal ini terjadi atas lapoaran Ardi terhadap Sukardi suami dari Karwati dilaporkan ke Polsek kunto darussalam kabupaten Rokan hulu, atas tuduhan penggelapan 1 unit mobil dump truck dengan merek Hino Dutro BM 8039 UO.

Faktanya Sukardi mengambil 1 unit mobil merek Hino Dutro BM 8039 UO, dengan oper kredit kepada Ardi dengan pembayaran uang tunai sebesar Rp50 juta dan dilengkapi dengan kuitansi pembayaran.

Veky Syamsir Rabu (27/05/2020) mengatakan, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/26/IV/2020/RIAU/Res.Rohul/Sek. Kunto Ds tanggal 15 April 2020, lalu untuk kepentingan hukum Pemberi Kuasa.

“Bahwa Klien kami adalah Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Kabupaten Rohul tepatnya di Desa Bangun Jaya RT. 039 RW. 002 Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu, yang juga mewakili kepentingan hukum suaminya Sukardi,” kata Veky.

Bahwa Sukardi suami Pemberi Kuasa pada tanggal 14 April 2010 sekira jam 23 00 Wib, dijemput oleh beberapa orang yang Pemberi Kuasa tidak dikenal dan didampingi oleh saudara Ardi.

“Menurut Pemberi Kuasa kepada kami, kedatangan orang-orang tersebut awalnya bertanya tentang suaminya dan Pemberi Kuasa tanpa curiga menjawab suaminya ada dibelakang rumah. Lalu Pemberi Kuasa mendatangi suaminya,” jelas veky.

Veky menambahkan, sampai dibelakang rumah Pemberi Kuasa mendapati orang-orang tersebut telah berada dibagian belakang rumah korban. Dan orang-orang tersebut melakukan penganiayaan terhadap suami,” terang Veky.

Untuk saksi kita ada istri korban yang dalam ini pemberi Kuasa dan disaksikan oleh dua anaknya.

“Karwati bertanya kepada orang yang tak dikenali tersebut, tentang tindakan mereka terhadap suaminya. Salah seorang dari empat pelaku menjawab bahwa mereka adalah polisi,” ujar Veky.

Kemudian Karwati bertanya tentang surat tugas dan dijawab oleh oknum yang tidak dikenal “surat banyak di Polres”.

“Dan kemudian keempat orang tersebut membawa suaminya Sukardi dalam kondisi berdarah-darah,” terang Veky.

Keesokan harinya pada tanggal 15 April 2020, Karwati membuat laporan di Polsek Tambusai Utara tentang penculikan suaminya.

“Dan terhadap laporan tersebut polisi dari Polsek Tambusai Utara mendatangi rumah Pemberi Kuasa untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya dari Polsek Tambusai Utara,” tutur Veky. (Tra)