Masyarakat dan Mahasiswa Rumbai Minta Yayasan Hentikan Pembakaran Jenasah Dimasa Corona

Pekanbaru (Nadariau.com) – Masyarakat dan mahasiswa Rumbai meminta Yayasan Sosial Panca Bhakti Abadi (YSPBA) untuk menghentikan kegiatan pembakaran jenasah (Kremasi) dimasa penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19).

Saat ini, menurut Kordinator Solidaritas Mahasiswa Umbansari Bersatu, Aris Masduki, proses penguburan jenasah warga Tionghoa jauh lebih baik dilakukan dengan cara dikuburkan. Supaya tidak ada pencemaran udara akibat asap jenasah.

“Seperti proses kremasi yang terjadi pada tanggal 8 April lalu di rumah abu, telah menimbulkan kekhawatiran dilingkungan masyarakat akibat polusi udara. Sebab sekarang kita sangat sensitif dengan penyebaran virus corona melalui penyebaran yang dibawa angin dan udara,” kata Aris, Sabtu (11/4/2020).

Diakui sekarang Pemerintah sangat gencar – gencarnya melakukan penyemprotan disinfektan dan meliburkan sekolah, tujuannya untuk melindungi rakyat dari ancaman wabah.

Namun anehnya YSPBA justru melakukan proses kremasi. Sementara kondisi jenasah bisa saja diduga terjangkit virus corona. Tentu asapnya akan menyebarkan ke tubuh masyarakat Rumbai, terutama masyarakat tempatan.

“Selain itu, yang lebih miris adalah, para pekerjanya tidak dilengkapi perlengkapan perlindungan diri disaat melakukan kremasi. Para pekerja hanya memakai pakaian baju dan celana saja. tanpa memakai masker dan/atau kelengkapan diri lainnya,” jelas Aris.

Sementara saat dikonfirmasi kepada Ketua YSPBA Anton melalui pesan WA, hanya menjawab agar ditanya ke rumah duka. Ketika ditanya maksudnya lebih jelas, Anton tidak menjawab sampai berita ini dibuat. (olo)