Pemuda Sakai Minta LAMR Riau Adili FA yang Terindikasi Hina Suku Sakai

Pekanbaru (Nadariau.com) – Setelah berdiskusi dengan Ketua DPH LAMR kawasan Batin 8&5 Sakai, Ketua umum Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sakai Riau ( HPPMS-R ) Iwan Saputra, menolak keras pernyataan salah satu oknum tokoh di Mandau inisial FA yang di tulis didinding facebooknya beberapa hari lalu.

Tulisan itu terindikasi keras menghina Suku Sakai. Pada tulisan tersebut berbunyi “Orang orang Sakai datang ke Mandau tidaklah membawa adat dan syariat. dan orang yang mengaku Sakai hari ini sudah tidak tau diri”.

“Tulisan seperti ini terindikasi menghina Suku Sakai. Karena menyebutkan tidak beradat dan tidak bersyariat, bahkan tidak tau diri. Sama sama kita ketahui, perbuatan menghina suku tertentu adalah perbuatan melanggar hukum,” kata Iwan, Rabu (12/2/2020).

Setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500 juta.

Jadi, jika perbuatan menghina suku itu dilakukan dengan cara mengungkapkan atau melontarkan kata-kata tertentu yang menunjukkan kebencian pada ras dan etnis tertentu, maka pelakunya dapat dipidana.

Jika jalur adat sedang ditempuh melalui para Datuk dan orang tua-tua di LAMR Provinsi Riau tidak membuahkan hasil, maka oknum yang menghina ataupun mencela Suku Sakai diharapkan dapat diadili dengan hukum negara.

“Karena kami selaku Suku Sakai tidak terima atas pernyataan oknum tokoh tersebut yang dirasa tidak mempunyai landasan yang jelas dan akurat. Sehingga kami dari suku Sakai merasa sedih dan terhina,” ujar Iwan. (olo)