Puskesmas Harapan Raya Pastikan Berikan Layanan JKN yang Baik

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumbagteng Jambi, Ari Dwi Aryani, menyambangi layanan jemput bola MCS di Puskesmas Harapan Raya.

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pelayanan yang lebih baik lagi, menjadi harapan masyarakat khususnya peserta JKN-KIS apalagi sejak diberlakukannya penyesuaian iuran pada 1 Januari 2020 kemarin. Kepada segenap mitra kesehatan, BPJS Kesehatan selalu mengajak untuk bersama-sama memberikan pelayanan yang optimal kepada peserta.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumbagteng Jambi, Ari Dwi Aryani, Jumat (03/01/2020), berkesempatan menyambangi layanan jemput bola MCS di Kelurahan Tangkerang Selatan yang berdampingan dengan Puskesmas Harapan Raya. Ia pun lanjut berkunjung ke dalam puskesmas, yang saat itu cukup ramai dikunjungi.

Ari melihat ada beberapa kemudahan pelayanan dan inovasi-inovasi yang disuguhkan puskesmas kepada peserta. Mulai sejak masuk, sudah ada anjungan tiket nomor antrian yang self-service, ada monitor nomor antrian, hingga adanya edukasi-edukasi kesehatan yang eye catching di sisi depan tangga.

“Ini sangat baik sekali, ya. Pada titik-titik tertentu ada nilai prom-prev (promotif-preventif)-nya. Ada pojok germas (gerakan masyarakat sehat – red) yang menyuguhkan makanan sehat, mungkin nanti bisa ada semacam area batu kerikil begitu untuk terapi. Mungkin bisa bersinergi juga melalui program OSR. Sinergi bersama memberikan pelayanan,” pungkasnya.

Petugas Puskesmas Harapan Raya, Yunida, sependapat dengan Ari. Demi kesinambungan program yang banyak membawa manfaat ini, antara BPJS Kesehatan dan mitra kesehatan harus ada sinergi yang kuat dalam meningkatkan pelayanan kepada peserta.

Salah satunya adalah apa yang Ida dan timnya di Puskesmas Harapan Raya lakukan. Menjawab tuntutan zaman yang serba digital, Puskesmas Harapan Raya sudah ada sistem informasi kesehatan daerah (SIKDA) yang sudah sinkron dengan P-Care.

P-Care sendiri merupakan sistem informasi untuk pelayanan bagi peserta JKN-KIS yang digunakan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) untuk memudahkan pendaftaran, penegakan diagnosa, terapi pengobatan, pelayanan laboratorium, hingga rujukan.

“Tak hanya itu, puskesmas kita juga sudah ada nomor antrian otomatis yang mana mampu meringkas antrian, ada semacam kids zone, laktasi, dan tiap Jumat kita ada Pojok Gerakan Jumat Sehat di mana ada sajian sehat di sana,” lanjut Ida.

Per harinya, ada kisaran 100 hingga 200 kunjungan di Puskesmas Harapan Raya. Meski dengan jumlah tersebut, Ida yakin Puskesmas Harapan Raya mampu memberikan pelayanan optimal, tetap melayani pasien.

“Bersama BPJS (Kesehatan – red) lah kami bisa meningkatkan layanan dan pastikan berikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat khususnya peserta BPJS,” terang Ida. (ind)