HUT SMPN 12 Pekanbaru ke-36 Digelar Dihalaman Sekolah

Pekanbaru (Nadariau.com) – SMP Negeri 12 Pekanbaru merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36, Sabtu (30/11) pagi dihalaman sekolah.

Perayaan yang berlangsung meriah, ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh kepala sekolah dan pelepasan balon.

Nasi tumpeng ini selanjutnya diserahkan kepada Kabid SMP Disdik Pekanbaru, Nurbaiti, ketua komite sekolah Indra Kusuma dan mantan Kepala SMPN 12 Pekanbaru Syafrida Ali.

Setelah pemberian nasi tumpeng, dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara oleh Kabid SMP Disdik Pekanbaru Nurbaiti disaksikan oleh kepala sekolah, guru, komite sekolah, siswa, perwakilan kapolsek, dan perwakilan orangtua

Ketua panitia kegiatan HUT ke- 36 SMPN 12 Pekanbaru Gusneli mengatakan tema yang diambil dalam HUT kali ini” Memupuk Prestasi Cemerlang dan Cinta Lingkungan”.

Dalam HUT ini berbagai pertunjukan keatifitas seni ditampilkan siswa mulai dari tari kreasi, berbalas pantun, nyanyi solo dan lain sebagainya.

Bazar makanan dan minuman juga menghiasi HUT SMP kali ini. Selain itu juga, perlombaan antar guru, lomba pojok baca literasi dan adiwiyata perkelas.

“Untuk makanan dan minuman yang ditampilkan siswa merupakan khas malayu. Kegiatan ini juga terlaksana berkat dukungan orangtua siswa,” kata Gusneli, disela kegiatan, Sabtu, (30/11)

Kepala SMPN 12 Pekanbaru Abdul Gani mengatakan di usia yang ke-36 tahun, SMPN 12 Pekanbaru bukan usia yang muda lagi.

Usia sangat matang ini, sekolah harus berupaya lagi menjadi sekolah unggul dan terbilang di Kota Pekanbaru. Evaluasi terhadap program terus dilakukan.

“Saya dan mejelis guru terus berupaya memberikan yang terbaik bagi peserta didik menuju sekolah unggul dan terbilang di Kota Pekanbaru,” kata Abdul Gani

Abdul Gani berharap dengan bertambah usia sekolah, dirinya berpesan kepada siswa agar lebih mengusai IPTEK. Sebab, kalau siswa tidak menguasai IPTEK, niscaya siswa akan ketinggalan.

Sementara Kabid SMP Disdik Pekanbaru Nurbaiti mewakili Kadisdik berharap SMPN 12 terus meningkatkan prestasi yang diraihnya selama ini. Siswa harus menguasai teknologi, tapi jangan lupakan akhlak yang merupakan kunci utama.

“Di usia 36 tahun, saya rasa SMPN 12 sudah menjadi sekolah yang terbilang. Sekolah model madani yang disemat sekolah harus dipertahankan dengan prestasi dan dibarengi akhlak yang mulia,” kata Nurbaiti dalam sambutanya.

Sebagai generasi penerus bangsa, Nurbaiti, berpesan kepada siswa terus belajar. Manakala anak ibuk semua bisa menjadi pemimpin dinegeri ini.

“Kalau Ibuk S2, anak anak ibu semua harus bisa S3. Mana tahu, kelak bisa menjadi kepala daerah, menjadi kadis dan menjadi kabid,” kata Nurbaiti menyemangati peserta didik.

Harapan juga dilontarkan siswa SMPN 12 Pekanbaru, Lisa, Lidra dan Indri. Ketiga siswa yang aktif di organisasi ini berharap sekolah tempat dirinya menuntut ilmu, bisa semakin jaya dan sukses. (ind)