Atlet Pencak Silat, Mahasiswa FIB Unilak Raih Medali Emas di Pra Pon XX Jakarta

Pekanbaru (Nadariau.com) – Yudha Mahendri,mahasiswa fakultas Ilmu Budaya universitas Lancang Kuning, berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan pencak silat Pra PON (Pekan olahraga nasional) XX yang diadakan di Gor Cempaka Putih, Jakarta.

Keberhasilan Yudha meraih emas saat final, ia berhasil mengalahkan atlet Jawa Barat. Atas keberhasilan meraih emas ini ia pun lolos PON XX tahun 2020 di Papua.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekali. Dengan pemusatan latihan yang cuma hanya 3 minggu yang diberikan dari KONI, tapi mampu tampil maksimal. Jika dibandingkan altet dari provinsi lain mereka sudah TC (training camp) sejak 6 bulan lalu,” sebut Yudha saat dihubungi. Kamis (29/11).

Yudha yang dilatih oleh Asep Solihin ini menjelaskan, kejuaran PraPon memang dikhususkan untuk meraih tiket/ turun di pon.

“Di Prapon saya turun di kelas B (50-55kg),” katanya.

Saat babak pertama ketemu papua barat terus masuk semi final ketemu Bali, di kelas B diikuti oleh 33 peserta dari tiga wilayah, dan Riau masuk di wilayah A,” sebutnya.

Yudha merupakan mahasiswa berprestasi di Unilak dalam tempo dua tahun ia berhasil menjadi juara dibeberapa kejuaraan. Diantaranya juara 1 Asean pencak silat championship university student 2018, J
juara 3 POMNAS Jakarta 2019.

Selain Yudha, mahasiswi fakultas ilmu administrasi Unilak atas Elit Mutia, juga meraih medali perunggu atau juara 3, pada kejuaraan yang sama Elit Mutia tampil untuk nomor 50-55 kg.

Hal ini pun diakui oleh wakil rektor III Unilak Dr Eddy Asnawi,memang Yudha dan Elit Mutia ini adalah mahasiswa berprestasi. Artinya Yudha adalah kebanggaan Unilak.

“Kami juga memberikan spirit bagi mahasiswa lain, untuk tingkatkan prestasi mahasiswa baik bidang seni, akademik, olahraga semoga Unilak semakin jaya,” kata Eddy.

Sementara itu rektor Unilak Dr Junaidi SS MHum saat ditemui mengucapkan selamat untuk Yudha yang meraih medali emas dan lolos pon, dan di pon semoga dapat meraih yang lebih baik.

“Unilak terus memberikan penghargaan mahasiswa mahasiswa berprestasi. Baik akademik atau pun non akademik. Supaya bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berpestasi,” ujar Junaidi. (wid)