Pekanbaru (Nadariau.com) – Lima Mahasiswa universitas Lancang Kuning terpilih mengikuti program Co-op (Program belajar bekerja terpadu) yang dilakukan oleh PT CPI.
Total peserta ada 81 mahasiswa yang terpilih dari 8 perguruan tinggi di Riau.
Peserta yang lolos terpilih di antara lebih dari 1.200 mahasiswa yang melamar melalui P2K2 Unri pada tahun ini.
P2K2 merupakan mitra pelaksana untuk proses seleksi yang meliputi administrasi, tes potensi akademik, psikotes, dan wawancara yang ditunjuk oleh PT CPI.
Kelima Mahasiswa Unilak itu yaitu Fauzan Syarif dari F Hukum, Lailatul Fajri (FIB), Puspita ningtias( FIB), Siti Arfah (FIA) dan Hari Jayanti (FIA).
Salah satu mahasiswa Unilak
Fauzan, rasa senang sekali bisa ikut program ini. Dimana, ia dapat belajar, pengalaman baru, pengetahuan baru, kesempatan berharga, apalagi diperusahaan sebesar PT CPI.
“Siapa sih yang ga minat? Semoga kedepan saya bisa bekerja disini, saat selesai kuliah nantu,” kata Fauzan.
Pembukaan pelaksanaan Program Co-op berlangsung di gedung pertemuan PT CPI Rumbai pada hari Rabu (13/11).
Acara tersebut dihadiri oleh para rektor dan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi terkait dan VP External Affairs PT CPI Hasyim Nur.
”Program Co-op ini meneguhkan komitmen PT CPI terhadap pengembangan sumber daya manusia di Riau. Sampai sekarang, sudah lebih dari 1.400 mahasiswa yang pernah mengikuti program Co-op yang telah berjalan sejak tahun 2006 ini,” jelas Hasyim Nur dalam sambutannya.
Sementara itu Rektor Unilak Dr Junaidi MHum yang turut hadir mengatakan, ia apresiasi apa yang dilakukan oleh Cevron terutama Unilak mengikuti program ini.
Prestasi mahasiswa ini membuktikan ada pola kemitraan antara Unilak dengan dunia usaha.
Diharapkan mahasiswa Unilak yang ikut dapat belajar. Mereka dapat menimba ilmu di Cevron dan dapat mencontoh budaya organisasi budaya kerja.
“Mereka orang – orang terpilih yang akan dilatih Cevron dan semoga setelah tamat dapat bekerja di perusahaan perusahaan besar,” kata Junaidi. (wid)


