Gemarak Demo Ditkrimsus Polda Riau, Terkait Dugaan Korupsi Diskominfo Riau

Pekanbaru (Nadariau.com) – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gemarak) melakukan aksi demontrasi didepan Kantor Reskrimsus Polda Riau, Senin (4/11/2019).

Kedatangan mahasiswa yang mengatasnamakan Gemarak untuk yaitu mendesak polisi mengusut kasus dugaan korupsi di Diskominfo Riau, yang berdasarkan temuan BPK RI.

Pada temuan itu, ada diduga terjadi kelebihan bayar pada 3 kegiatan di Diskominfo Riau tahun 2016. Sehingga berpotensi merugikan keuangan daerah.

“Kami meminta Reskrimsus segera menindak lanjuti temuan ini, meskipun ada 1 kasus dari 3 kegiatan Diskominfo Riau yang terjadi kelebihan bayar, telah di tangani Kejati Riau. Tapi saat ini kasus tersebut telah di SP3 kan kajati Riau, padahal kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan ” kata Kordum Gemarak Takim Nasri.

Ada pun 3 kegiatan yang berpotensi merugikan keuangan negara yang di sampaikan gemarak adalah, kegiatan pengadaan komputer, server, alat alat studio, komunikasi dan implementasi IOC hu Provinsi Riau. Dengan nilai sebesar Rp 8 miliar lebih.

“Diduga kasus ini telah di tangani Kejati Riau, namun di duga kasus ini di SP3 oleh Kejati,” ujar Kordum Gemarak.

Kemudian pengadaan komputer atau PC desktop all on one pada Diskominfo, dengan anggaran Rp 3 miliar lebih.

Dan pengadaan peralatan jaringan komputer di Diskominfo dengan anggaran Rp 2 miliar lebih. Diduga ke dua proyek tersebut belum di tindak lanjuti penegak hukum.

Untuk itu Gemarak meminta Ditkrimsus segera menindak lanjuti temuan BPK RI tersebut. Karena diduga telah terjadi kelebihan bayar.

Setelah puas berorasi akhirnya gemarak di terima perwakilan Ditkrimsus Polda Riau Kompol Taufik. Ia mengatakan akan menindak lanjuti temuan ini, dengan berkordinasi dengan Kejati Riau.

Apakah 2 kasus tersebut telah di tangani Kejati Riau atau belum. Jika belum ditangani, maka silahkan mahasiswa buat laporan resmi di Ditkrimsus nantinya.

“Namun terkait kasus yang sudah di tangani Kejati, kami tidak bisa masuk ke ranah sana,” kata Taufik.

Setelah beraudiensi di Ditreskrimsus akhirnya mahasiswa membubarkan diri dengan tertip. (rls)