Pekanbaru (Nadariau.com) – Dari data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, tercatat 11.268 warga Kota Pekanbaru menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.
Hal ini diakibatkan akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dan provinsi tetangga.
“Total semuanya (penderita ISPA) 11.268 sejak kabut asap Juli lalu,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Muhammad Amin kepada wartawan, Senin (23/9/2019).
Sebagian besar penderita, terang Amin, merupakan bayi, balita, anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia (lansian). Namun, ISPA yang diderita masih bersifat ringan sehingga tidak perlu diberikan penanganan lebih serius hingga dilakukan perawatan.
“Artinya, begitu dirawat, pulang, tidak begitu banyak yang dirawat,” ujar dia.
Meminimalisir dampak kabut asap, Amin mengimbau warga khususnya anak-anak, ibu hamil dan lansia agar mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Jika ke luar ruangan, gunakan masker. Selain itu, warga juga kita himbau banyak mengkonsumsi air putih,” tutup pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Dalduk KB Pekanbaru ini.
Sementara itu, dari hasil pemantauan kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Jalan Jenderal Sudirman, Senin sore kualitas udara Pekanbaru berada pada level berbahaya bagi kesehatan manusia.
Di papan ISPU terlihat konsentrasi partikulat (PM 10) atau partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron, berada di angka 374 ugram/m3 atau berbahaya bagi kesehatan. (ind)


