Kukerta Unri di Teratak Baru Perkenalkan Metode Pembelajaran Daya Kreativitas Pada Peserta Didik

Kuansing (Nadariau.com) – Tim Kukerta Universitas Riau (Unri) yang sedang mengabdi di Desa Teratak Baru,Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, memperkenalkan metode pembelajaran baru untuk meningkatkan daya kreativitas di SD SMP Satu Atap Teratak Baru.

Fasilitator dalam memperkenalkan metode pembelajaran baru yang harus di terapkan untuk SD SMP Satu Atap Teratak Baru, Mega Tamara F mengatakan, dengan adanya pembaharuan metode pembelajaran melalui kegiatan Finger Painting dan String Art ini, diharapkan sebagai langkah awal untuk menumbuhkan dan mengembangkan daya kreativitas pada anak.

Tujuan dari program ini adalah selain memperbaharui metode pembelajaran yang ada disekolah yaitu, untuk menumbuhkan serta mengembangkan daya kreativitas pada peserta didik.

Jika sekolah menjalankan pendidikan keterempilan dan kreativitas, maka pendidikan dan kreativitas peserta didik akan berkembang dengan baik.

Maka dari itu program ini bertujuan untuk menanam, menumbuhkan serta mengembangkan Ketrampilan Dalam Pengembangan Daya Kreativitas Anak.

“Kami dari tim Kukerta Unri melihat kreativitas anak disekolah ini masih kurang berkembang, sebab setelah dilihat selama beberapa minggu disekolah ini, metode pembelajaran masih tergolong kuno atau hanya sekedar mendengarkan guru berbicara didepan kelas walaupun sebenarnya sekolah ini sudah menerapkan kurikulum 2013. Namun metode yang digunakan masih sama seperti KTSP 2006,” kata Mega, Minggu (01/09/2019).

Oleh karena itu, mahasiswa berinisiatif untuk memperkenalkan metode Finger Painting dan String Art kepada anak-anak kelas 1 di SD dan SMP Satu Atap Teratak Baru.

Dengan menggunakan metode belajar sambil bermain ini tentunya akan membuat pada peserta didik akan enjoy dalam mengikuti pembelajaran.

“Dan tentunya akan mengembangkan daya kreativitas anak dengan ranah yang tepat,” ujar Mega.

Dalam pelaksanaan kegiatan finger painting ini, menggunakan bahan-bahan sederhana dan mudah untuk didapatkan seperti buku gambar dan cat air. Sedangkan untuk string art itu sendiri menggunakan triplek bekas atau kayu bekas, paku kecil dan benang wol.

“Selain mengajarkan peserta didik mengenai kreativitas, kegiatan ini juga berguna untuk melatih motorik pada anak karena anak menggunakan indra peraba atau tangannya secara langsung dalam melakukan kegiatan ini, seperti finger painting anak akan memegang cat air secara langsung menggunakan tangannya lalu menempelkan tangannya di buku gambar,” jelas Mega . (dan)