Kampar (Nadariau.com) – Desa Buluh Cina merupakan salah satu desa wisata di kabupaten Kampar yang memiliki berbagai Potensi menarik.
Salah satu keasrian alam yang bisa dikembangkan yaitu destinasi 7 Danau. Disini terdapat aliran Sungai Kampar membentang diwilayah Desa Buluh Cina.
Terdapat juga Taman Wisata Alam. Dimana didalamnya ada konservasi gajah yang dapat dijadikan penunjang dalam kemajuan wisata, untuk menarik wisatawan.
Mahasiswa Kukerta Unri yang diutus untuk melakukan pengabdian di Desa Buluh Cina, mengolah wisata tersebut dengan tema ‘Memajukan Potensi Ekowisata di Desa Buluh Cina’.
Diantara program kerjanya yaitu, menciptakan wahana spot foto di Danau Rengas. Program kerja ini diharapkan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Buluh Cina.
Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat tempatan. Yang mana sebelumnya, danau ini tidak terurus dengan baik.
Kegiatan ini telah berelangsung pada minggu keempat, sejak mahasiswa Kukerta terjun kelapangan. Kegiatan ini melibatkan pemuda desa hingga perangkat desa.
Untuk proses pembuatan spot foto, digunakan bahan alam dan pemanfaatan sampah limbah plastik. Seperti botol minuman yang tersedia di Desa Buluh Cina.
Adapun proses pengerjaannya dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih 3 minggu. Dan selesai pada tanggal 15 Agustus 2019.
Selain menjalankan program kerja ini, mahasiswa bersama masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Kopdarwis), melakukan kegiatan bersih – bersih di Danau Rengas setiap minggunya.
Adapun bentuk dari Spot foto tersebut, berupa jembatan yang memanjang ke tengah danau. Diujungnya terdapat hiasan dari botol plastik dirangkai seperti lambang hati.
Sehingga memancarkan keindahan alam di sekitar danau yang masih asli tersebut. Kemudian pinggirannya dihiasi dengan pepohonan rimbun. Agar dapat membuat sensasi wisatawan merasa nyaman ketika beristirahat dipinggiran danau.
Sekretaris Desa Buluh Cina Rusdianto SH mengatakan kegiatan ini merupakan suatu inovasi dari mahasiswa Kukerta yang dapat dijadikan contoh dalam pengembangan wisata lainnya.
Karena kegiatan seperti ini, merupakan yang pertama dilakukan oleh mahasiswa Kukerta yang di Desa Buluh Cina.
“Program ini sejalan dengan potensi yang dimiliki Desa Buluh Cina. Oleh sebab itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dalam upaya memajukan Desa Wisata Buluh Cina,” kata Rusdianto. (pia)


