Dua Pelaku Penyeludupan Satwa Dilindungi Diamankan Polda Riau

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dua orang pelaku berinisial JM dan IG, diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau berhasil melakukan pengungkapan penyelundupan lima jenis satwa yang dilindungi dari Dumai, Senin (29/7/2019).

“Dua pelaku ini beralamatkan di Dumai dan Rokan Hilir. Modus operandinya para pelaku ini sudah melakukan beberapa kali jual beli satwa yang dilindungi dan menjualnya ke tiga provinsi yakni Riau, Sumbar dan Medan. Mereka diamankan disalah satu hotel di Pekanbaru,” kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto yang didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan dan perwakilan dari BBKSDA Riau, Hartono, Rabu (31/07/2019).

Untuk barang bukti yang diamankan petugas untuk satwa yang dilindungi yakni, tiga ekor Kancil (1 meninggal), dua ekor Burung Bedet, dua ekor Buaya, tiga ekor Burung Nuri Tanau, dan satu ekor Kukang.

“Para pelaku ini kita jerat Pasal 21 Ayat 2 huruf a dan d Jo Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dengan ancaman 5 Tahun penjara dan denda Rp100 juta,” sambung Sunarto.

Data yang dirangkum, untuk kronologis penangkapan ini berawal dari kegiatan patroli cyber yang dilaksanakan Polda Riau. Dari patroli cyber, petugas menemukan satu akun sosial media Facebook atas nama Jimi Dumai Riau dimana di sana menawarkan satwa-satwa termasuk satwa yang dilindungi.

Atas hal tersebut, dilakukan penelusuran dan kemudian pelaku JM berhasil diamankan di Pekanbaru.

“Untuk wilayah penjualannya yakni Riau, Sumatera Barat dan Medan. Dari pengakuan pelaku ini mereka sudah lima bulan memperjualbelikan satwa yang dilindungi. Yang sudah berhasil mereka jual seperti Burung Elang, ular,” lanjutnya.

“Untuk upah yang mereka terima ini dari pengakuannya senilai Rp1,5 juta. Dan upah sudah diterima pelaku,” tutup Sunarto. (son)