LPMP Riau Teken MoU Kerjasama Pendidikan Dengan Institut Aminuddin Bakri Kedah Malaysia

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Riau Drs Mulyatsyah, MM berfoto bersama dengan Abdullah bin Hasan mewakili Institut Aminuddin Bakri (IAB).

Pekanbaru (Nadariau.com) – Bertempat di aula Ki Hajar Dewantara LPMP Riau, Selasa 23 Juli 2019, LPMP Riau dan Institut Aminuddin Bakri cawang Kedah, Malaysia menandatangani kesepakatan kesepahaman (memoranduf of understanding).

Penandatanganan MoU dilakukan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Riau Drs Mulyatsyah, MM dan Abdullah bin Hasan mewakili Institut Aminuddin Bakri (IAB).

IAB adalah sebuah institusi latihan kepemimpinan dan pengurus pendidikan di semua tingkatan. Beroperasi mulai tahun 1979, IAB memiliki 5 cabang di seluruh Malaysia.

Abdullah bin Hasan kepada media mengatakan, mereka berkunjung dan menjalin kerjasama dengan LPMP Riau dengan tujuan menimba ilmu dan melihat praktik-praktik positif yang bisa diadopsi atau diterapkan di Malaysia. Antara lain menyangkut status kepala sekolah di Indonesia yang berbeda jauh dengan di negerinya.

“Kita nak melihat di sini bila dia menjadi kepala sekolah karena kita juga melatih kepala sekolah. Di Malaysia bila dia (kepala sekolah) telah dilantik maka dia tak boleh dibuang (dipecat atau diturunkan, red) karena dia semacam jadi kerajaan punya, tak boleh turun. Kita nak ambil pengalaman itu supaya dia tak jadi milik dia (kerajaan) sampai pensiun,” kata Abdullah bin Hasan.

“Setakat ini belum ada (kepala sekolah) yang dipecat, adalah dua tiga (dipecat) karena punya kasus rasuah atau asusila tapi kalo pencapaian dia baik-baik saja, sekolah tak naik atau tidak meningkat maka dia tak boleh dibuang lagi. Di sini saya lihat macam bupati pegang kuasa, di sini tidak bisa. Itu yang akan kita tengok belajar.”

Nantinya, sambung Abdullah, pasca penandatanganan MoU direncanakan ada semacam pertukaran pegawai dan juga benchmark (studi banding).

Senada dengan Abdullah, menurut Kepala LPMP Riau Drs Mulyatsyah, MM, penandatangan MoU ini semacam langkah awal untuk melakukan sharing dan diskusi. Dari sini nantinya praktik-praktik baik di sini yang dirasa cocok akan mereka adopsi dan begitupun sebaliknya.
Mulyatsyah berharap kerjasama kedua institusi dari dua negara yang sesungguhnya sudah mulai diproses sejak tiga bulan lalu ini akan berjalan baik dan berkelanjutan. (ind)