Umri Adalah Peguruan Tinggi Muhammadiyah Tercepat Berkembang Diantara 166 PTM di Indonesia

Pekanbaru (Nadariau.com) – Sejak 10 tahun terakhir, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) merupakan Perguruann Tinggi Muhammadiyah tercepat berkembang diantara 166 PTM di Indonesia.

Perkembangan pesat ini diakui oleh Perwakilan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Widodo Muktiyo. Beliau yang juga seorang guru besar ilmu komunikasi, selalu aktif memperhatikan kemajuan PTM di Indonesia dan luar negeri.

“Diantara PTM tersebut, Umri menjadi pembicaraan unsur pimpinan Muhammadiyah di tingkat pusat. Dimana baru berumur 11 tahun, namun Umri sudah bisa berkembang begitu pesat. Baik bidang akademik, infrastruktur, SDM dan kewirausahaan mahasiswa. Hal ini sungguh luar biasa,” kata Widodo saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XVI, di Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Sabtu (29/06/2019).

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Bagian Sumber Daya Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah X Febrina Fitri Dwikora SE MSi. Umri tampak dibangun secara iklas dan sungguh sungguh. Sehingga hasilnya sangat memuaskan.

Diharapkan kedepan, Umri banyak melahirkan guru besar. Karena karir dosen adalah menjadi guru besar bukan menjadi rektor. Jika dosen tersebut sudah jadi guru besar, otomatis jabatan rektor akan mudah diraihnya.

“Saya ikut membina Umri sejak mulai lahir dengan nama Akademi Otomotif Muhammadiyah (Atom) tahun 2008 lalu. Setelah menjadi universitas, Umri berkembang sangat cepat sehingga mengalahkan PTM yang lebih lama atau lebih tua darinya,” kata Febrina, sambil tersenyum.

Rektor Umri Dr Mubarak MSi didampingi, Wakil Rektor II Bakaruddin SE MM dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau Prof Muhammad Nazir menjelaskan, Umri telah dibangun secara bersama-sama secara ihklas dan terstruktur.

Sekarang Umri telah memiliki dosen bergelar doktor 10 orang. Dosen yang sedang menjalankan program doktor juga banyak. Kemudian Umri juga sedang mengusulkan sekitar 50 orang dosen dari 200 an dosen untuk mengikuti program doktor.

Meski Umri sudah memiliki gedung tujuh tingkat nan megah, namun Umri tetap mengembangkan infrastruktur dengan membangun gedung 4 tingkat dan 12 tingkat untuk ruang belajar dalam waktu dekat.

Hal ini terkait bertambahnya jumlah fakultas dan jumlah Prodi. Apalagi Umri segera akan membuka Prodi Kedoktoran, Teknik Kimia Sawit dan Program S2. Dengan bertambahnya jumlah Prodi tesebut, tentu akan membutuhkan ruangan dan tenaga pendidik yang banyak.

“Kita harus gesit, bersemangat dan selalu ikhlas dalam mengemban tugas. Supaya semua rencana kita bisa terwujud dengan baik,” kata Mubarak. (ind)