Wafatnya Ani Yudhoyono, Mantan Istri Presiden RI ke-6 Diharapkan Dalam Keadaan Khusnul Khotimah

Jakarta (Nadariau.com) – Meninggal dalam keadaan khusnul khotimah sudah jadi harapan banyak umat Muslim. Begitu juga wafat di hari yang baik, semisal Jumat bahkan saat bulan Ramadan. Seperti Ani Yudhoyono yang wafat di bulan Ramadan.

Seperti diketahui, Ani Yudhoyono telah menjalani perawatan kanker darah yang dideritanya sejak Februari lalu di National University Hospital Singapura.

Ani meninggal pukul 11.50 waktu setempat dan rencananya akan dibawa ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura untuk disalatkan dan disemayamkan.

Mengenai hal ini tak sedikit orang yang menyebut bahwa almarhum meninggal di waktu yang baik (bulan Ramadan). Lantas, apa apakah meninggal di bulan Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri?

Dalam Hadist Riwayat Ahmad, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengatakan Laa Ilaha Illalah dengan hanya mengharapkan rida Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga. Barangsiapa yang berpuasa suatu hari dengan hanya mengharapkan rida Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga. Barangsiapa yang bersedekah dengan suatu sedekah dengan hanya mengharapkan rida Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga.”

Hadits di atas adalah khusus bagi hamba-hamba Allah yang beriman dan meninggal dalam keadaan beriman, serta mengharapkan ridanya di dalam amal-amal salehnya, tidak terkecuali jika hal itu terjadi di bulan Ramadan.

Selain itu, apabila orang yang meninggal di bulan Ramadan dalam keadaan sakit, keluarga bisa membayarkan fidyah.

Seperti hadis yang diriwayatkan Abu Daud, “Apabila seseorang sakit di bulan Ramadan, kemudian mati dan belum membayar utang puasa, maka dia ganti dengan memberi makan (fidyah), dan tidak ada qadha. Namun jika dia memiliki utang puasa nadzar maka diqadha oleh walinya atas nama mayit.”

Kemudian Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nazarudin Umar menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono di National Hospital Singapura pada Sabtu pagi.

“Turut berduka atas berpulangnya ke Rahmatullah ibu Ani barusan. Insya Allah panggilan saat bulan Ramadan, akan diterima di surga,” saat ditemui wartawan, Sabtu (1/6/2019).

Nazarudin berharap agar seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta untuk almarhumah diberikan tempat yang mulia di sisi Allah.

“Semoga almarhumah diterima di sisi-Nya,” ucapnya.

Jenazah almarhum akan diterbangkan ke Jakarta keesokan harinya untuk dibawa ke rumah duka Cikeas dan Ani Yudhoyono akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata setelah dzuhur. (okezone/nrc)