Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Antara Perempuan dan Laki-Laki Menurun di Riau

Pekanbaru (Nadariau.com) – Badan Pusat Statisk (BPS) Riau mendata pada bulan Februari 2019 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) antara perempuan dan laki-laki terdapat kesenjangan.

Dimana, TPAK laki-laki sebesar 84,25 persen sementara TPAK perempuan sebesar 51,38 persen.

“Dibanding kondisi setahun yang lalu TPAK laki-laki mengalami penurunan sebesar 1,69 persen poin. Dan TPAK perempuan juga mengalami penurunan sebesar 1,92 persen poin,” terang kepala BPS Riau Aden Gultom, Senin (13/05/2019).

Sedangkan secara nasional, pada Februari 2019 TPAK untuk laki-laki mencapai 83,18 persen sedangkan untuk perempuan hanya 55,50 persen.

“Tingkat pengangguran terbuka di perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan, tingkat pengangguran terbuka di perkotaan mencapai 6,30 persen sedangkan untuk di desa 3,45 persen,” urai Gultom.

Dijelaskan Gultom, upah buruh laki-laki sebesar Rp 3 juta, sementara perempuan cuma Rp 2,3 juta.

BPS juga mencatat rata-rata upah buruh pada Februari 2019 sebesar Rp 2,79 juta rupiah per bulan.

Rata-rata upah buruh laki-laki sebesar Rp 3,05 juta. Sedangkan perempuan sebesar Rp 2,33 juta, dengan rata-rata upah tertinggi di kategori pertambangan dan penggalian yaitu sebesar 5,08 juta rupiah.

“Rata-rata upah terendah di kategori jasa lainnya yaitu sebesar Rp 1,68 juta rupiah dan terdapat 7 kategori dengan rata-rata upah buruh per bulan di bawah rata-rata upah buruh nasional,” ujar Gultom. (ind)