Isu Sara Harus Diantisipasi di Riau Jelang Pemilu

Pekanbaru (Nadariau.com) – Isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) harus diantisipasi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April mendatang.

Oleh sebab itu Gubernur Riau Syamsuar berharap seluruh camat dapat mewaspadai perkembangan isu tersebut. Karena bisa memecah belah antar suku dan bangsa.

Kepada camat di Riau dinilai punya peranan penting dalam mengantisipasi isu SARA bersama pihak terkait lainnya. Karena itu, camat harus bisa memainkan perannya selaku perpanjangan tangan kepala daerah di wilayah masing-masing.

“Waspadai isu SARA agar tidak menodai pesta demokrasi,” kata Syamsuar, saat menyampaikan paparannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) camat se-Riau di Hotel Premiere, Pekanbaru, Senin (8/4/19).

Persoalan SARA ini menurut Gubri, perlu menjadi perhatian dengan mendeteksi, mencegah, jangan sampai menjadi persoalan yang dapat mengganggu proses demokrasi.

“Konflik agama, ini juga tak kalah penting. Kita di Riau terdiri dari berbagai agama. Multi kepercayaan ini jangan sampai menjadi terpecah hanya karena perbedaan pandangan dalam Pemilu. Negara luar itu banyak mengapresiasi kita. Beribu suku, agama yang berbeda-beda, bisa tetap bersatu. Hendaknya itu bisa kita tunjukan dalam Pemilu ini, bahwa kita bisa tetap bersatu,” ungkap Syamsuar.

Hal lain yang diharapkan Gubri menjadi perhatian para camat adalah mengenai konflik perbatasan yang tidak selesai.

Persoalan ini juga dipandang berpotensi menimbulkan masalah, juga terkait administrasi pemilih yang bisa disalahgunakan.

“Konflik perbatasan yang tidak selesai, bermasalah yaitu keamanan dan ketertiban masyarakat, ketidakjelasan administrasi pemerintahan. Pemilu serentak dapat tercapai dengan kejelasan batas daerah agar pemilih dapat memilih sesuai domisilinya,” ujar Syamsuar. (jal)