PT Waskita Karya Yakin Pembangunan Tower Sutet Jambi-Riau Selesai 2019

Foto ilustrasi

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pihak PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yakin pengerjaan pembangunan Tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) dari Provinsi Jambi ke Provinsi Riau selesai di akhir tahun 2019.

Karena sekarang pengerjaan pembangunan Tower Sutet dikatakan Arzen Bidang SDM PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Cabang Riau Divisi II, sudah sampai di wilayah Riau Daratan.

“Kita yakin pembangunan tower sutet selesai diakhir tahun ini. Sekarang pembangunan silahkan saja dilihat, sudah sampai di sini (Pekanbaru),” kata Arzen, saat ditemui media di Kantor PT Wakita Karya Cabang Riau, Divisi II, Jalan Sutomo, Pekanbaru, Selasa (02/04/2019).

Terkait progres pembangunannya, Arzen mengatakan sudah lebih 50 persen. Karena pembangunan tower tersebut sudah dimulai sejak tahun 2017 lalu.

Untuk pengerjaan, dimulai dari dua sisi, yaitu dari Provinsi Riau dan dari Provinsi Jambi. Sehingga pekerjaan tower bisa selesai sesui target.

“Tampaknya pembangunan tower itu sudah lebih dari 50 persen. Namun secara teknis saya tidak tahu, karena saya baru tiga bulan disini (Riau), sebelumnya saya bertugas di Palembang. Namun untuk lebih teknis, pimpinan kami yang tau. Namun dia selalu sibuk dan susah untuk dihubungi,” kata Arzen, menyakinkan media ketika diminta nomor teleponnya.

Berdasarkan informasi yang dirangkum media, pembangunan Tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) merupakan proyek nasional.

Pengerjaan pembangunan dimulai tahun 2017 sampai tahun 2019. Nilai pembangunannya yaitu Rp 6,71 triliun.

Pelaksanaan pembangunannya dibagi dua paket pengerjaan. Yakni paket pekerjaan pembangunan Listrik 500 kV (SUTET) sepanjang 390 Kilometer dari New Aur Duri Provinsi Jambi sampai ke Peranap & Perawang Provinsi Riau.

Paket pengerjaan berikutnya dibagi dua tahapan. Yaitu tahap pertama, berlokasi dari New Aur Duri Provinsi Jambi sampai ke Peranap Provinsi Riau sepanjang 235 Kilometer. Dengan nilai kontrak sebesar Rp 3,88 triliun.

Sementara tahap kedua berlokasi di Peranap sampai ke Perawang Provinsi Riau sepanjang 160 Kilometer. Dengan nilai kontrak Rp 2,83 triliun. (ind)