Cabe dan Telur Penyebab Terjadi Deflasi di Riau

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom MM mengatakan komoditas yang menyebabkan andil terjadinya deflasi di Riau diantara lain cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, jeruk, kentang, bensin, tomat sayur dan beras.

Dengan kata lain, harga komoditas ini tidak tinggi atau turun harga. Sementara itu, komoditas yang mengalami inflasi antara lain udang basah, rokok kretek filter, buncis, minyak goreng, ikan lele.

“Secara rinci, deflasi Riau bulan Februari 2019, terjadi karena adanya penurunan harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar – 1,71 persen dan kelompok pengeluaran transpor, komunikasi, jasa keuangan sebesar – 0,07 persen,” kata Aden dalam rilis resminya, Jumat (01/03/2019).

Sementara pada Februari 2019 Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar – 0,34 persen. Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) 136,15. V63c

Menurut Aden, Provinsi Riau deflasi untuk yang kedua kalinya. Luar biasa ini. Pada Januari lalu Riau juga mengalami deflasi.

Ketika diamati, sejak dua tahun terakhir, yakni 2017 dan 2018, pada bulan Februari selalu deflasi.

“Namun tahun ini berbeda karena starting atau permulaan deflasi itu pada bulan Januari. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya, bulan Januari selalu inflasi,” ujar Aden.

Sedangkan untuk lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi, di mana inflasi tertinggi terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen, diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,24 persen.

Kemudian kelompok sandang sebesar 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,06 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.

Dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami deflasi, yakni Pekanbaru sebesar – 0,32 persen, Dumai sebesar – 0,32 persen dan Tembilahan sebesar – 0,56 persen.

Di tingkat nasional, Februari 2019, Negara Indonesia juga mengalami deflasi. Sebagaimana dipaparkan Kepala BPS RI Dr Suhariyanto melalui Deputi Statistik Distribusi dan Jasa, Yunita Rusanti MStat ketika teleconference berita resmi statistik di kantor BPS Riau, Indonesia deflasi sebesar 0,08 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,72.

Deflasi negara terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,11 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,31 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,25 persen, kelompok sandang sebesar 0,27 persen.

Selanjutnya kelompok kesehatan sebesar 0,36 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,11 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen. (ind)